Begini Perkembangan Pariwisata Purwakarta Lima Tahun Terakhir

Webtorial  SABTU, 25 NOVEMBER 2017 , 18:32:00 WIB | LAPORAN:

Begini Perkembangan Pariwisata Purwakarta Lima Tahun Terakhir

Pariwisata Purwakarta

Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta merilis perkembangan pariwisata di wilayah tersebut. Selama lima tahun terakhir diakui telah membuahkan hasil. ‎Indikatornya, tingkat kunjungan ke Purwakarta dalam satu tahun terakhir menembus angka 4 juta orang.

"Tingkat kunjungan wisata mulai berdampak, dalam satu tahun menembus angka hampir 4 juta orang," ujar Kabid Pariwisata Purwakarta, Heri Anwar, belum lama ini. Bersamaan dengan itu, sejumlah hotel mulai berdiri di pusat kota Purwakarta dan sekitarnya.

Selama lima tahun terakhir di masa kepemimpinan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, sejumlah wisata baru dikembangkan seperti Air Mancur Sri Baduga, via verrata Gunung Parang, pendakian Gunung Bongkok dan Lembu, wisata kuliner Sate Maranggi hingga wisata di kawasan kaki Gunung Burangrang.

"Dibukanya akses lingkar barat dari Purwakarta ke Sukasari membuka wisata baru seperti Curug Tilu. Ditambah lagi wisata di sekitar lingkaran Bendungan Ir H Juanda atau Jatiluhur," ujar Heri.

Kehadiran Taman Air Mancur Sri Baduga di pusat kota Purwakarta yang dibuka setiap akhir pekan menambah tingginya angka kunjungan. Setiap pekan dalam satu pertunjukan, sedikitnya 4 ribu orang tumplek di Situ Buleud, lokasi pertunjukan air mancur.

"Air Mancur Situ Buleud berkontribusi signifikan. Bayangkan saja dalam satu malam saja, sekitar lima jam lebih, pertunjukan air mancur disaksikan lebih dari 5 ribu orang," ujar Heri.

Ditambah lagi, hadirnya wisata edukatif seperti dioram museum seperti Diorama Purwakarta, Diorama Nusantara, Galeri Wayang dan Bale Indung Karahayuan. ‎ "Sehingga Purwakarta yang kota kecil ini jadi kota yang pilihan wisatanya banyak dan lengkap, dari wisata pendakian, bendungan, pendidikan hingga wisata kuliner," ujar Heri.

Saat ini, pengembangan wisata petualangan via verata di Gunung Parang menghasilkan hotel menempel di tebing Gunung Parang bernama Skylodge Padjadjaran Anyar ketinggian 500 meter, sama seperti yang bisa ditemukan di Peru. Hotel di tebing pertama di Asia itu dibiayai Pemkab Purwakarta. "Mudah-mudahan hadirnya ‎Skylodge Padjadjaran Anyar semakin menambah tingginya kunjungan wisata," kata Heri.

Sky Lodge Padjadjaran Anyar sendiri dikelola Badega Parang dan sudah resmi dibuka sejak Oktober dengan tarif Rp 4 juta per malam.‎ Jalur via verrata setinggi 500 meter harus dilewati dengan mendaki tangga besi satu persatu. Setelah di ketinggian 500 meter, perjalanan semakin menantang karena harus melewati jalur tyrolean sepanjang 50 meter horisontal. Hotel serupa terdapat di Peru.

Jalur 50 meter tyrolean jadi hal paling menantang untuk mengakses hotel yang pintunya berada di atap itu. Bagaimana tidak, pengunjung harus mengantung di seutas tali di ketinggian 500 meter tersebut. Adv/RMOLJabar




Komentar Pembaca