Walikota dan Tokoh Adat Pariaman Belajar Wisata Berbasis Kultur di Purwakarta

kang Dedi  SELASA, 05 DESEMBER 2017 , 14:31:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Walikota dan Tokoh Adat Pariaman Belajar Wisata Berbasis Kultur di Purwakarta
RMOLJabar. Pengembangan pariwisata berbasis budaya di Purwakarta yang gencar dikembangkan sejak Tahun 2008, mengundang rasa penasaran Wali Kota dan para tokoh adat Pariaman, salah satu kota di Provinsi Sumatera Barat.

Karena itu, mereka tertarik untuk belajar tentang konsep tata kelola pariwisata di Purwakarta.

Wali Kota Pariaman Sumatera Barat, Mukhlis Rahman mengatakan jarang dia temukan di Kabupaten maupun Kota di daerah lain, kantor pemerintahan yang dapat dikunjungi secara bebas oleh warga karena menyajikan wahana wisata seperti di Purwakarta.

Sebagaimana diketahui, kantor pemerintah di Purwakarta dibangun berdasarkan asas kearifan arsitektur lokal Jawa Barat berupa ‘Julang Ngapak’ ditambah ornamen alam seperti taman dan air mancur.

"Saya lihat Purwakarta selama ini di media sosial, dari dulu penasaran ingin melihat secara langsung. Ternyata memang indah, potensi budaya menyatu menjadi modal wisata. Kantor pemerintahan di sini pun ternyata menjadi tempat wisata," ucap Mukhlis dalam kunjungan kerjanya di Purwakarta, Selasa (5/12).

Sambil berkeliling di kompleks Pendopo Bale Paseban Purwakarta dan Taman Pesanggrahan Padjadjaran yang dulu bernama Alun-alun Kian Santang, Mukhlis menyatakan ketertarikan untuk meniru konsep pembangunan di Purwakarta untuk diterapkan sesuai dengan kultur yang ada di Kota Pariaman. Menurut dia, melalui cara ini generasi masa kini dapat belajar tentang peradaban bangsa.

"Kami membawa 114 orang mulai dari unsur pemerintahan hingga lembaga adat. Konsep di Purwakarta yang berisi pelajaran tentang sejarah peradaban kita coba adopsi sesuai dengan kultur Kota Pariaman. Saya kira ini bagus," katanya.

Sejarah peradaban bangsa baik Sunda maupun Indonesia dapat dinikmati oleh wisatawan di Diorama Bale Panyawangan Tatar Sunda dan Diorama Bale Panyawangan Nusantara. Melalui format data digital, di kedua diorama tersebut ditampilkan periodesasi sejarah bangsa mulai dari masa kerajaan hingga abad modern.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang mendampingi langsung rombongan Wali Kota Pariaman mengatakan bahwa pola pembangunan di Purwakarta dilakukan berdasarkan karakter wilayah.

Sehingga, pembangunan yang dilakukan tidak mengganggu kultur yang telah lama berkembang di tengah masyarakat setempat. Desa menurut Dedi, memiliki modal yang kuat untuk dilakukan pembangunan.

"Fokusnya tetap di Desa, wisata, arsitektur, infrastruktur publik dan pengelolaan keuangan. Ini kan yang ada di perkantoran pemerintah merupakan arsitektur ala pedesaan, ternyata bisa kok diterapkan. Desa punya modal kuat. Makanya, kita tidak boleh malu menjadi orang desa," pungkas Dedi. [nif]



Komentar Pembaca
Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB
Jatuh Sakit, Wagub Uu Jalani Operasi

Jatuh Sakit, Wagub Uu Jalani Operasi

Peristiwa17 November 2018 04:35

Dewan Prihatin Sekda Kab Tasik Ditahan

Dewan Prihatin Sekda Kab Tasik Ditahan

Politik15 November 2018 20:51

Nominal Bantuan PKH Tahun 2018 Berkurang

Nominal Bantuan PKH Tahun 2018 Berkurang

Ragam17 November 2018 18:19

Lambang Maung Bodas Di PJU Kok Dicopot?

Lambang Maung Bodas Di PJU Kok Dicopot?

Peristiwa16 November 2018 16:08

Korupsi Dana Hibah, Sekda Kab Tasik Ditahan Polda Jabar
PLTA Cirata Masuki Usia 30 Tahun

PLTA Cirata Masuki Usia 30 Tahun

Ragam21 November 2018 15:48

Gempungan, Ikhtiar Pemkab Sejahterakan Rakyat

Gempungan, Ikhtiar Pemkab Sejahterakan Rakyat

Pemerintahan21 November 2018 15:33

Bawaslu Ajak ASN Awasi Pemilu

Bawaslu Ajak ASN Awasi Pemilu

Politik21 November 2018 15:18

ASN Tak Netral, Fahmi Belum Dapat Rekomendasi Bawaslu
Bawaslu Awasi DPT Ganda

Bawaslu Awasi DPT Ganda

Politik21 November 2018 14:47