Kang Dedi
Kang Emil

Undang Mitra Perbankan, BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Kerjasama

Sosial  RABU, 06 DESEMBER 2017 , 12:45:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Undang Mitra Perbankan, BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Kerjasama
RMOLJabar. Tingkatkan kemitraan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Purwakarta undang mitra perbankan yang selama ini membuka layanan BPJS Ketenagakerjaan Service Point Office.

Bertempat di Ruang Rapat Lantai II, tampak hadir perwakilan dari beberapa bank, di antaranya BRI, BNI, Bank bjb, dan BTN. Turut hadir Camat Purwakarta Yudi Herdiana, Camat Pasawahan H Diaudin, Ketua Baznas yang juga Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Purwakarta H Saparudin, dan Perwakilan MUI Purwakarta.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan H Didi Sumardi mengatkan, Service Point Office (SPO) merupakan bentuk representasi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang pelaksanaannya dilakukan oleh mitra perbankan.

"Bentuk pelayanan yang diberikan di antaranya memberikan informasi program BPJS Ketenagakerjaan meliputi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), dan Jaminan Pensiun (JP), serta melayani pendaftaran peserta, dan penerimaan pembayaran iuran peserta," ujarnya.

Melalui program kemitraan SPO tersebut, sambungnya, perbankan otomatis mendapatkan nasabah baru (new account), sementara BPJS Ketenagakerjaan pun ikut terbantu, terutama dalam memberikan pelayanan kepada peserta baru. Sehingga dapat mengurangi antrean di Kantor BPJS Ketenagakerjaan.

"Ketika ada satu calon peserta BPJS Ketenagakerjaan mendaftar melalui SPO, maka bank tersebut otomatis mendapatkan endapan dana sebesar Rp5 juta. Ini sistem resiprokal (timbal balik), belum lagi nasabah tersebut bisa ditawari produk bank lainnya," kata Didi, Rabu (6/12).

Lebih lanjut Didi juga menyebutkan jika saat ini pihaknya tengah gencar mendaftarkan para pengurus DKM dan guru ngaji sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. "Untuk itu saya mengajak kepada mitraperbankan agar mau menyisihkan dana CSR-nya demi kesuksesan program ini," kata Didi.

Dana CSR tersebut, kata Didi, bisa digunakan sebagai stimulus bagi peserta dari kalangan DKM atau guru ngaji. "Misalnya untuk iuran 3-4 bulan pertama menggunakan dana tersebut, baru di bulan berikutnya peserta bisa mandiri. Atau bisa juga dana CSR tersebut diserahkan ke Baitul Mall Baznas untuk dikelola," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Didi juga menyerahkan santunan klaim JKK, JP, dan JHT kepada ahli waris Almarhum Kundari (45), yakni istrinya yang bernama Warti (40). Warga Desa Kalioyod, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang tersebut berhak atas klaim sebesar Rp416.049.410.

Almarhum Kundari meninggal saat bekerja sebagai group leader operator di PT Indofood CBP. Selain meninggalkan seorang istri, almarhum yang memiliki masa kerja selama 26 tahun tersebut juga meninggalkan 3 orang anak yang masih sekolah. [nif]



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00