Kang Dedi
Kang Emil

Swasembada Pangan Bisa Terwujud Dengan Pengoptimalan Teknologi Membangun Desa

Ekbis  KAMIS, 07 DESEMBER 2017 , 07:58:00 WIB

Swasembada Pangan Bisa Terwujud Dengan Pengoptimalan Teknologi Membangun Desa

net

RMOLJabar. Masyarakat harus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam membangun desa, terutama dalam mewujudkan tercapainya swasembada pangan.

Hal itu diutarakan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita, dalam peringatan Hari Pangan Sedunia di Bantul, baru-baru ini .

Menurut dia, adanya inovasi dan modernisasi dengan pemanfaatan teknologi di bidang peternakan, pertanian, hortikultura, perkebunan, perikanan, kehutanan sangat mendukung dalam mewujudkan swasembada pangan.

Kepastian regulasi juga diperlukan untuk mendukung usaha di bidang pangan agar menarik minat generasi muda.

"Modernisasi dan peningkatan peran generasi muda ini diharapkan dapat mewujudkan Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia pada 2045,” jelasnya.

Tema HPS Nasional tahun ini yaitu, Menggerakkan Generasi Muda dalam Membangun Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia sangat sesuai momentumnya, terutama untuk menarik minat generasi muda di bidang pertanian.

"Tema yang dipilih kali ini sangat strategis mengingat kurangnya minat generasi muda terhadap pertanian di era saat ini,” jelasnya.

Isu pangan yang selalu hangat adalah kemiskinan, kelaparan, kerawanan pangan dan kekurangan gizi. Kata I Ketut Diarmita, untuk mengatasi masalah ini, pembangunan pertanian, khususnya sub sektor peternakan peternakan harus memprioritaskan 4 (empat) hal: Pertama, ketersediaan pangan asal ternak bagi masyarakat harus terjamin melalui program peningkatan produksi.

Kedua, dukungan ketersediaan infrastruktur, sarana dan prasarana yang memadai sehingga peternak mampu mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki.

Ketiga, kebijakan dibidang pangan harus diperkuat melalui koordinasi dengan semua stakeholder yang bermuara pada peningkatan SDM dan kesejahteraan masyarakat.

Keempat, Pemerintah dan Pemerintah Daerah harus mengupayakan percepatan peningkatan populasi ternak dengan mengembangkan dan menyebarkan teknologi dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan.

I Ketut Diarmita menyebutkan, salah satu upaya Pemerintah bersama Pemerintah Daerah untuk terus mendorong pertumbuhan populasi ternak adalah melalui optimalisasi reproduksi ternak dengan penerapan teknologi tepat guna, yaitu   Inseminasi Buatan (IB).

"Pemanfaatan teknologi tersebut merupakan salah satu upaya untuk peningkatan populasi dan mutu genetik ternak”, ungkap I Ketut Diarmita.

"Melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak dapat dilakukan dengan murah, mudah dan berkualitas," tambahnya.

Berdasarkan laporan dari Sekretariat Nasional UPSUS SIWAB yang diambil dari data iSHIKNAS, hingga 1 Desember ini Kabupaten Bantul telah meraih 108% dalam merealisasikan Inseminasi Buatan (IB) sebesar 24.754 dari target yg diberikan sebesar 23.000.

"Hal ini menunjukkan tingginya antusias peternak Bantul menyambut program itu,” ungkap Dirjen PKH.

Dia mengapresiasi raihan para peternak Bantul tersebut. Mereka sangat antusias dalam menyambut program Upsus Siwab (Upaya Khusus sapi Indukan Wajib Bunting) ini. Menurutnya, program ini selaras dengan tema HPS yang diangkat saat ini.

"Pemanfaatan optimalisasi teknologi di sub sektor peternakan salah satunya yaitu melalui IB. melalui IB diharapkan terjadi lompatan peningkatan baik kuantitas maupun kualitas populasi ternak nasional," tegasnya.

Ketut juga mengimbau semua pihak untuk terus memperjuangkan nasib peternak-peternak agar usaha mereka berkembang dan menjadi sejahtera.

"Saya optimis dengan adanya dukungan sumber daya alam yang dimiliki dan dukungan seluruh lapisan masyarakat, Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Kabupaten Bantul akan dapat mewujudkan kemandirian pangan dan ketahanan pangan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Dengan peran serta semua pihak, kata dia, maka diharapkan tujuan mempercepat peningkatan populasi sapi dan kerbau dapat terwujud sebagaimana target Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan Swasembada Daging Sapi di tahun 2026. [bon/rmol]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00