Kang Dedi
Kang Emil

KLB Virus Difteri, 300 Ribu Anak di Purwakarta Segera Diimunisasi Massal

Kesehatan  KAMIS, 07 DESEMBER 2017 , 14:13:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

KLB Virus Difteri, 300 Ribu Anak di Purwakarta Segera Diimunisasi Massal
RMOLJabar. Menyusul status Kondisi Luar Biasa (KLB) wabah difteri di Purwakarta. Dinas Kesehatan setempat bakal gelar diimunisasi Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT) serentak pada minggu kedua Desember ini. Dengan sasaran ratusan ribu anak-anak di wilayah tersebut.

"Purwakarta sudah KLB Difteri, KLB Difteri itu satu kasus saja sudah masuk KLB. Saat ini di Kabupaten Purwakarta sudah ada 29 kasus dengan satu orang meninggal dunia. Untuk itu, kami akan melalukan out break response immunitation (ORI) atau memberikan imunisasi serentak pada 310.150 anak usia 0-19 tahun," ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Purwakarta, Muh Yubaedi Z, Kamis (7/12).

Didampingi Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinkes Purwakarta, dr Eva Lystia ‎Dewi. Ia menambahkan, jumlah warga usia 0-19 tahun yang diimunisasi mencapai 30 persen lebih warga Purwakarta dengan total penduduk Purwakarta 2016 versi BPS sebesar 932.701 jiwa.

"Imunisasi akan dilakukan di setiap puskesmas di Purwakarta dan sekolah. Jumlah sasarannya usia 1 sampai dengan 15 tahun 71.110 anak, usia 5-7 tahun sebanyak 35.296 anak dan usia 7-19 tahun sebanyak 203.744 anak. Ori ini akan dilaksanakan sebanyak 3 putaran dengan interval 0-1-6 bulan di seluruh Purwakarta," ujar dia.

Meski KLB Difteri, angka kasus tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Pada 2016, pasien difteri mencapai 49 kasus dengan satu orang meninggal dan tahun ini 29 kasus dengan satu orang meninggal dunia.

"Yang sudah kami lakukan berupa penyediaan anti difteri serum (ADS) dan eritromisin. ‎Kami sempat menemukan kesulitan mencari ADS karena sudah tidak diproduksi, itu karena difteri ini penyakit yang dianggap orang sudah hilang tapi ternyata muncul lagi. Jadi saat kami mencari ADS di produsen tidak ada, kami cari ke daerah lain yang tidak terkena difteri, alhamdulillah ada," ujar Eva menimpali.

Saat ini, dari 29 kasus yang ada, sudah empat pasien yang dirawat di ruang isolasi. "Kami juga sudah melakukan penghentian transmisi difteri dengan cara pengobatan penderia, pemberian profilaksis terhadap kontak dna pemberian iminisasi selektif pada kontak. Termasuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar dan booster," ujar Eva.

Difteri merupakan penyakit sangat menular yang disebabkan corynebacterium diptheriae dengan gejala dan tanda klinis demam hingga 38 derajat celcius. Lalu ada pseudomembrane putih keabu-abuan yang tak mudah lepas dan mudah berdarah di fring, laring atau tonsil. Masa inkubasi penyakit 2-5 hari dan bisa menularkn ke orng lain pada 2-4 minggu sejak masa inkubasi. Masa penularan mencapi 6 bulan.

"Penyakit bisa menular dengan kontak langsung dengan penderita. Difteri bisa menyebabkan kematian dengan rata-rata 5-10 persen pada anak usia kurang dari 5 thun. Difteri hanya bisa dicegak dengan memberikan imunisasi DPT minimal 3 dosis saat byi ditambah booster pada batita dan anak sekolah," ujar Eva. [bon]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00