Bisnis Marketing Online Akan Booming di 2018

Ragam  KAMIS, 07 DESEMBER 2017 , 16:46:00 WIB | LAPORAN: DINI YUSTIANI

Bisnis Marketing Online Akan Booming di 2018
RMOLJabar. Di penghujung tahun 2017 ini, tren bisnis fashion berbasis offline semakin terlihat 'senjakala'. Tak hanya di Indonesia, sepinya mal, toko atau ritel offline juga terjadi seluruh belahan dunia, termasuk negara adidaya, Amerika Serikat.

Head Digital Marketing Bro.do, Rizki Arief Dwi mengatakan, di 2018 ia memprediksi perkembangan bisnis akan bertumbuh menjadi tren marketing digital yang menjanjikan. Hal tersebut juga terjadi di perusahaannya sebagai penyedia sepatu kulit anak muda.

"Kami merintis bisnis di dunia fashion  sepatu, estimasi sekarang sudah terjual 5.000 pcs per hari dengan range harga Rp300 ribu sampai Rp800 ribu. Namun kami juga sudah diverifikasi menjadi agensi marketing digital," ujarnya di Bandung, Kamis (7/12).

Membawa brand premium, sepatu kulit ini berdiri sejak 7 tahun lalu. Namun urusan top of mind, merek ini cukup menguat di generasi muda melek internet. Terlebih beberapa bintang iklan mereka sangat terkenal seperti bintang sepakbola tanah air.

Menurut dia, banyak pihak melihat keberhasilan mereka menjual sepatu kulit berbasis media sosial dan platform daring lainnya. Karenanya, para pihak juga meminta mereka membantu memasarkan produknya.

"Saat ini beberapa brand besar memercayai kami, terutama untuk kampanye produk dan jasa tertentu. Akhirnya kami pecah tim, sekarang sudah ada Prabu 5 yakni agensi marketing digital di kantor kami di Jakarta," ungkapnya.

Senada dengan Rizky, Ivan Arie Sustiwan, CEO TaniHub membenarkan, tren e commerce audah masuk ke berbagai lapisan sosial di Indonesia. Meski baru berdiri kurang dari 2 tahun, bisnisnya sudah dipercayai banyak pihak sehingga ekspansi menjadi keniscayaan di tahun depan.

"TaniHub yang baru kami rintis baru ada di Pulau Jawa, tapi tahun depan rencananya buka cabang sedikitnya di lima kota besar di luar Jawa. Sejauh ini respon sangat baik, jadi kami berani ekspansi," katanya dalam acara serupa, akhir pekan lalu.

TaniHub adalah platform yang menghubungkan pelaku agribisnis dengan masyarakat sebagai investor, sehingga selain terjadi proses e-commerce, juga di dalamya dilakukan implementasi financial technology.

"Melalui platform yang TaniHub kembangkan, petani dapat menjual produknya tanpa melalui tengkulak, mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produksi, sehingga dapat menjual produk pertanian dengan harga bagus," jelasnya.

Kondisi tersebut sesuai prediksi Nur Javad Islami, Co-founder Bandung Initiative Movement, organisasi non profit yang menghimpun banyak start up di Bandung-- yang menyebut industri e-commerce masih memiliki area luas untuk berkembang.

"Sekalipun memang sudah terjadi pengerucutan kepada pemain-pemain besar. Bisnis ini akan terus berkembang sekalipun masih ada kesulitan penetrasi ke beberapa daerah akibat minimnya infrastruktur jaringan internet," katanya.

Selain itu, ketergantungan masyarakat terhadap dana tunai juga masih tinggi. Mayoritas masyarakat Indonesia tidak memiliki kartu kredit ataupun rekening bank, sehingga kesulitan bertransaksi pada e-daring tersebut.

"Disini lah pentingnya peran pemerintah dalam perencanaan pembangunan infrastruktur, jaringan dan juga ekosistem secara keseluruhan, sehingga ecommerce bisa berkembang pesat," pungkasnya. [nif]


Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Oded Buka Road Show Senam 2018

Oded Buka Road Show Senam 2018

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 09:21:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 09:50:00