Cegah Difteri, Dinkes Jabar Bakal Gelar Imunisasi Massal

Kesehatan  KAMIS, 07 DESEMBER 2017 , 16:59:00 WIB | LAPORAN: LANNIE RACHMAN

Cegah Difteri, Dinkes Jabar Bakal Gelar Imunisasi Massal

net

RMOLJabar. Cegah wabah difteri di lima kabupaten/kota Jawa Barat, sekira  3.629.178 anak usia 1-19 tahun menjadi imunisasi serentak yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, pekan depan.

"Semua anak usia 1-19 tahun di Jawa Barat harus mengikuti ORI atau Outbreak Respon Imunization yang insya allah akan dilaksanakan pekan depan," kata Kepala Seksi Surveilan dan Pencegahan Penyakit Dinkes Jawa Barat, dr Yus Ruseno, kepada wartawan, Kamis (7/12).

Yus menjelaskan keputusan untuk menggelar imunisasi serentak itu merupakan hasil rapat Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Rabu(6/12) kemarin.

Menurutnya, jumlah kasus penyakit difteri yang tercatat hingga 4 Desember 2017 di Jawa Barat ialah mencapai 116 kasus dengan 13 kematian anak. Sementara hingga Kamis ini, jumlah kasus difteri di Jabar menjadi 123 kasus dan belum ada korban tambahan.

Daerah yang paling banyak penderita difteri di Jawa Barat adalah di Kabupaten Purwakarta dan Karawang dengan rincian Kabupaten Purwakarta dari 21 menjadi 27 kasus dan Kabupaten Karawang semula 13 menjadi 14 kasus.

"Adanya penambahan kasus tersebut dikarenakan pasien dirawat di rumah sakit swasta dan telat melaporkannya pada dinas kesehatan setempat," ujarnya.

Ia mengatakan untuk Provinsi Jawa Barat pelaksanaan ORI akan digelar di Karawang, Purwakarta, Depok , Kota dan Kabupaten Bekasi. Menurutnya, imunisasi masal tersebut akan dilakukan tiga kali perorangnya yakni 016 yakni imunisasi pertama, lalu setelah satu bulan diimunisasi lahir, terakhir setelah enam bulan untuk dapat kekebalan yang sempurna.

Selain itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat terus menelusuri jejak penyebaran penyakit difteri atau infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit di wilayah.

"Kami terus menelusuri jejak penyebaran penyakit difteri di Jawa Barat, kemudian mengobati para penderitanya secepat mungkin," ungkapnya.

Ia menambahkan sejak awal 2017 sampai Rabu (6/12), terdapat 123 kasus difteri di Jawa Barat dan jika muncul satu kasus difteri saja di Jawa Barat maka dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Berdasarkan data, daerah dengan jumlah kasus difteri tertinggi di Jawa Barat adalah Kabupaten Purwakarta dengan 27 kasus, Kabupaten Karawang 14 kasus, Kota Depok 12 kasus, Kota Bekasi 12 kasus, Kabupaten Garut 11 kasus, Kota Bandung tujuh kasus. Sisanya, tersebar di 14 kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat.

"Seharusnya, penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini tidak muncul kembali di Provinsi Jawa Barat, karena telah diantisipasi melalui vaksinasi," tandasnya. [nif]





Komentar Pembaca
Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB
Jatuh Sakit, Wagub Uu Jalani Operasi

Jatuh Sakit, Wagub Uu Jalani Operasi

Peristiwa17 November 2018 04:35

Dewan Prihatin Sekda Kab Tasik Ditahan

Dewan Prihatin Sekda Kab Tasik Ditahan

Politik15 November 2018 20:51

Nominal Bantuan PKH Tahun 2018 Berkurang

Nominal Bantuan PKH Tahun 2018 Berkurang

Ragam17 November 2018 18:19

Lambang Maung Bodas Di PJU Kok Dicopot?

Lambang Maung Bodas Di PJU Kok Dicopot?

Peristiwa16 November 2018 16:08

Korupsi Dana Hibah, Sekda Kab Tasik Ditahan Polda Jabar
PLTA Cirata Masuki Usia 30 Tahun

PLTA Cirata Masuki Usia 30 Tahun

Ragam21 November 2018 15:48

Gempungan, Ikhtiar Pemkab Sejahterakan Rakyat

Gempungan, Ikhtiar Pemkab Sejahterakan Rakyat

Pemerintahan21 November 2018 15:33

Bawaslu Ajak ASN Awasi Pemilu

Bawaslu Ajak ASN Awasi Pemilu

Politik21 November 2018 15:18

ASN Tak Netral, Fahmi Belum Dapat Rekomendasi Bawaslu
Bawaslu Awasi DPT Ganda

Bawaslu Awasi DPT Ganda

Politik21 November 2018 14:47