Musda KNPI Jabar Terlalu Dipaksakan dan Tidak Rekonsiliatif

Sudut Pandang  SABTU, 09 DESEMBER 2017 , 00:46:00 WIB

Musda KNPI Jabar Terlalu Dipaksakan dan Tidak Rekonsiliatif
RMOLJabar. Menyikapi dualisme kepengurusan KNPI Jawa Barat, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Jabar Yudha Munajat Saputra telah menugaskan Husni Mubarok selaku ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Jabar untuk melakukan mediasi.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD KNPI Jabar Siti Aisyah merasa bahwa mediasi yang dilakukan tidak maksimal. Menurutnya, Husni terlalu memaksakan kehendak tanpa terlebih dulu mendengarkan duduk permasalahan dari para pihak, terutama dari pihaknya.

"Seharusnya sebagai mediator bisa terlebih dahulu mendengar pendapat dari para pihak. Lantas mencari jalan tengah sebagai solusi terbaik. Bukan justru memaksakan kehendak untuk melaksanakan musda meski tidak menyentuh hal-hal yang substantif," jelas Siti kepada wartawan, Jumat (8/12).

Menurutnya, untuk bisa melaksanakan rekonsiliasi seperti yang diamanatkan oleh gubernur Jabar, jepala Dispora atau orang yang mewakili harus terlebih dahulu memahami sebab konflik dan duduk permasalahan. Siti menyampaikan bahwa pihaknya yang terlebih dahulu menawarkan opsi musda rekonsiliasi beberapa bulan yang lalu.

"Ada isu bahwa saya menolak musda rekonsiliasi. Pada kesempatan kali ini saya ingin meluruskan bahwa sebetulnya saya yang terlebih dahulu mengusulkan agar dilaksanakan musda rekonsliasi tapi ditolak. Sekarang justru ingin musda karena masa kepengurusan mereka sudah habis," papar Siti.

Siti melihat bahwa akan adil jika musda rekonsiliasi sama-sama dilaksanakan di tengah masa kepengurusan. Saat ini, masa jabatan DPD KNPI yang dipimpinnya berlaku sampai 2019, sementara periode kepemimpinan Saca Suhendi sudah habis sejak beberapa bulan lalu.

Sekarang, mereka memang harus musda, sudah habis waktunya. Kemudian saya dipaksa harus ikut, kan tidak adil itu namanya," terang Siti.

Karena itu, terkait musda rekonsiliasi yang rencananya akan digelar akhir Desember ini, Siti menegaskan bahwa dirinya menolak untuk turut serta. Karena merasa banyak persoalan prinsipil yang justru belum selesai dikomunikasikan.

"Saya ingin musda rekonsiliasi betul-betul berangkat dengan semangat kebersamaan. Untuk bisa mencapai itu, para pihak harus terlebih dahulu memutuskan hal-hal prinsip yang selama ini menjadi penyebab konflik. Intinya, musda terlalu dipaksakan dan tidak rekonsiliatif," tegas Siti yang juga ketua Komisi IV DPRD Jabar.[gun]

Komentar Pembaca
Rizal Ramli Bertanya Untuk Siapa Kalian Bekerja?
Homo Ludens Kata Ulang

Homo Ludens Kata Ulang

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019

Ekor Kepala

Ekor Kepala

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019

Optimisme Di Tengah Kesulitan

Optimisme Di Tengah Kesulitan

KAMIS, 17 OKTOBER 2019

Tabloid Meghan

Tabloid Meghan

KAMIS, 17 OKTOBER 2019

Lobby Lobby

Lobby Lobby

RABU, 16 OKTOBER 2019

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45

Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 22:28:40

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 14:25:41

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad