Emil: Kota Bandung Akan Punya Perwal Disabilitas

Kang Emil  MINGGU, 10 DESEMBER 2017 , 08:59:00 WIB | LAPORAN: SONY FITRAH P

Emil: Kota Bandung Akan Punya Perwal Disabilitas
RMOLJabar. Kota Bandung telah mencanangkan diri sebagai kota inklusi. Di kota ini, tidak diperkenankan ada perbedaan perlakuan terhadap warga difabel.

Komitmen tersebut akan diperkuat dengan hadirnya Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang disabilitas. Perwal ini akan mengatur hak-hak penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan ekonominya, terutama dalam hal kesetaraan akses lapangan pekerjaan.

"Hari ini Bandung dihadiahi peraturan walikota tentang disabilitas. Mudah-mudahan peraturan ini bisa menjadi warisan dari saya terkait kesetaraan hak pekerjaan bagi kaum disabilitas," ungkap Ridwan Kamil (Emil)  pada peringatan Hari Disabilitas Internasional tingkat Kota Bandung yang dilaksanakan di Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu (9/12).

Regulasi ini akan mendorong para pelaku usaha maupun lembaga pemerintahan untuk membuka kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk bekerja di tempat mereka.

Selama ini, peraturan tentang ketenagakerjaan difabel diatur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Undang-Undang tersebut mewajibkan lembaga pemerintah maupun BUMN untuk memberikan kuota 2% dari seluruh pegawai untuk difabel. Sementara perusahaan swasta diwajibkan ssebanyak 1%.

Mengacu pada aturan tersebut, pemerintah kota mempertegas regulasi teknis untuk mengatur hak-hak difabel dan perusahaan dalam hal ketenagakerjaan.

"Mudah-mudahan dengan begini masa depan Bandung jadi kota percontohan yang sangat inklusif, tidak membeda-bedakan hak kewajiban warga negara dan melindungi mereka," katanya.

Saat ini, peraturan wali kota itu masih dalam tahap perumusan. Pada prosesnya, Emil ingin agar para pelaku industri memberikan prioritas kepada difabel jika mereka mampu secara keterampilan.

Ia menambahkan, pemerintah kota telah mulai mewajibkan perusahaan untuk memasang logo Equal Employment Opportunities untuk memastikan para difabel mendapatkan akses terhadap pekerjaan yang layak.

"Intinya proporsional jangan ditolak hanya gara-gara dia disabilitas di semua bidang selama dia bisa menunjukkan bisa melakukan pekerjaannya gak masalah," pungkasnya. [bon]

Komentar Pembaca
Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB
Jatuh Sakit, Wagub Uu Jalani Operasi

Jatuh Sakit, Wagub Uu Jalani Operasi

Peristiwa17 November 2018 04:35

Dewan Prihatin Sekda Kab Tasik Ditahan

Dewan Prihatin Sekda Kab Tasik Ditahan

Politik15 November 2018 20:51

Nominal Bantuan PKH Tahun 2018 Berkurang

Nominal Bantuan PKH Tahun 2018 Berkurang

Ragam17 November 2018 18:19

Lambang Maung Bodas Di PJU Kok Dicopot?

Lambang Maung Bodas Di PJU Kok Dicopot?

Peristiwa16 November 2018 16:08

Korupsi Dana Hibah, Sekda Kab Tasik Ditahan Polda Jabar
PLTA Cirata Masuki Usia 30 Tahun

PLTA Cirata Masuki Usia 30 Tahun

Ragam21 November 2018 15:48

Gempungan, Ikhtiar Pemkab Sejahterakan Rakyat

Gempungan, Ikhtiar Pemkab Sejahterakan Rakyat

Pemerintahan21 November 2018 15:33

Bawaslu Ajak ASN Awasi Pemilu

Bawaslu Ajak ASN Awasi Pemilu

Politik21 November 2018 15:18

ASN Tak Netral, Fahmi Belum Dapat Rekomendasi Bawaslu
Bawaslu Awasi DPT Ganda

Bawaslu Awasi DPT Ganda

Politik21 November 2018 14:47