Efisiensi Biaya, BI Akan Perkuat Sistem Gerbang Pembayaran Nasional

Ekbis  SENIN, 11 DESEMBER 2017 , 11:56:00 WIB | LAPORAN: DINI YUSTIANI

Efisiensi Biaya, BI Akan Perkuat Sistem Gerbang Pembayaran Nasional
RMOLJabar. Selama ini, proses kliring antar bank masih diberlakukan di luar negeri. Guna meningkatkan efisiensi dan kecintaan terhadap NKRI, Bank Indonesia akan memperkuat aturan Gerbang Pembayaran Nasional atau National Payment Gateway (NPG) yang telah ditetapman BI sejak pertengahan 2017.

Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, saat in nasabah perbankan di Indonesia hanya bisa menggunakan kartu debit dan kreditnya sesuai dengan number of account yang terdafar di bank masing-masing. Ke depan, Bi akan mendorong setiap bank untuk memfungsikan GPN untuk seluruh transaksi pembayaran.

"Selama ini proses kliring terjadi di luar negeri, dan biayanya relatif mahal. Untuk melakukan efisiensi, kami akan mendorong bank untuj mengkonsentrasikan seluruh transaksi antar bank di dalam negeri," ujar Wiwiek di BI Kwp Jabar, Senin (11/12).

Menurutnya, saat ini, penarikan tunai ATM Mandiri dengan bank lain menggunakan jaringan ATM bersama diberlakunan biaya Rp 7.500, cek saldo Rp 4.000 kemudian biaya transfer online Rp 6.500. Dengan adanya GPN, seluruh sistem perbankan di Indonssia akan terkoneksi tanpa mengeluarkan biaya tambahan.

Lanjutnya, selama ini proses transfer antar bank kerap terjadi di dunia ritel, supermarket, pengambilan dana tunai melalui debit hibgga kartu kredit.

Seperti yang dikemukakan oleh Gubernur BI Agus Martowardojo, GPN dalam hal pengawasannya telah menunjuk 3 lembaga, sementara Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI akan bertindak menjadi lembaga standar  dari GPN.

Tidak hanya kedua lembaga yang dibutuhkan dalam proses transformasi ini. Lembaga switching yang telah mengantongi izin dari BI juga akan berperan mengatur proses perpindahan setiap perbankan nasional agar semua transaksi bisa menggunakan infrastuktur yang tersedia di dalam negeri. [bon]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00