Solidaritas Internasional untuk Palestina Harus Ditopang Pondasi Kemanusiaan

Politik  SELASA, 12 DESEMBER 2017 , 22:31:00 WIB

Solidaritas Internasional untuk Palestina Harus Ditopang Pondasi Kemanusiaan

Rachmawati Soekarnoputri

RMOLJabar. Solidaritas internasional untuk membela kemerdekaan bangsa Palestina dan penjajahan dan penindasan negara boneka nekolim Israel harus diletakkan di atas pondasi kemanusiaan yang universal serta melintasi sekat batas agama dan bangsa.

Karena itu, solidaritas internasional untuk melawan kekuatan kelompok nekolim yang ingin mempertahankan tata dunia yang timpang juga harus melibatkan sebanyak mungkin kelompok masyarakat di dunia.

"Musuh kita yang sebenarnya adalah kaum nekolim yang menggunakan berbagai instrumen untuk mempertahankan dominasi dan penjajahan mereka, termasuk dengan memecah belah kita dalam proxy war yang sedang berlangung," ujar tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri ketika menerima peserta Konferensi Internasional Membela Hak-hak Rakyat Palestina di kediaman di Jalan Jatipadang Raya, Jakarta, Selasa petang (12/12).

Konferensi yang dihadiri ratusan peserta dari sejumlah negara dan dibuka oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan itu diselenggarakan hari Kamis dan Jumat pekan lalu (7-8/12) di Gedung Nusantara V DPR RI dan Hotel Sultan, Jakarta. Rachmawati sedianya menjadi salah seorang pembicara dalam Konferensi, namun berhalangan hadir.

"Solidaritas ini harus melintasi sekat batas bangsa dan agama. Terlebih karena penjajahan atas bangsa Palestina bukan hanya nestapa bagi umat Muslim atau bangsa Arab, melainkan tragedi bagi seluruh umat manusia pembela kemanusiaan," sambung Rachma.

Delegasi yang menemui Rachma dipimpin oleh pendiri Voice of Palestine (VoP) Mujtahid Hashem, didampingi Koordinator Umum Kampanye Global untuk Palestina Kembali (Return) Yousef Abbas, dari Suriah, dan Kordinator  Return di Amerika Latin Suhail Assaid dari Argentina. Pertemuan juga dihadiri aktivis Silaturahmi Anak Bangsa (Silabna) Alireza Alatas dan Uwais Alatas.

Dalam penjelasannya di hadapan Rachma, Mujtahid mengatakan, Konferensi Konferensi Internasional Membela Hak-hak Rakyat Palestina telah melahirkan Deklarasi Jakarta sebagai perlawanan terhadap Deklarasi Balfour yang diterbitkan pemerintahan Inggris tahun 1917 silam.

Deklarasi Balfour yang berisi dukungan Inggris terhadap komunitas Yahudi untuk memiliki negeri di Palestina adalah awal dari penjajahan yang dialami bangsa Palestina.

"Kita memperjuangan hak rakyat Palestina untuk kembali ke tanah mereka yang diambil paksa oleh Israel. Juga hak mereka untuk menentukan nasib sendiri, serta hak mereka untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan yang mereka hadapi," kata Mujtahid.

Dia juga mengatakan peserta Konferensi sepakat untuk menggelar dua kegiatan penting yakni Intifada ke-3 dan Global March ke-2 tahun depan.

"Kami berharap Ibu Rachma turut meng-endorse dan memperluas gerakan ini. Kami yakin ini bagian dari perjuangan Bung Karno," katanya lagi.

Adapun Kordinator Umum Return Yousef Abbas dari Suriah mengundang Rachma untuk menghadiri konferensi internasional berikutnya di Beirut, Lebanon, bulan Maret tahun depan.

"Pikiran-pikiran Ibu penting untuk didengarkan pejuang kemerdekaan Palestina dan pembela kemanusiaan," katanya.

Sementara Suhail Assad dari Argentina mengatakan bahwa masyarakat Amerika Latin memiliki pengalaman yang sama dengan masyarakat di Afrika dan Asia, yakni sama-sama mengalami penjajahan oleh kaum nekolim.

"Sehingga ketika kita kenalkan kepada mereka apa yang terjadi di Palestina, mereka bisa dengan mudah menerima, karena mereka juga mengetahui perasaan hidup dalam penjajahan (nekolim)," ujarnya.

Di akhir pertemuan Mujtahid Hashem, Suhail Assad dan Yousef Abbas memasangkan syal perlawanan terhadap penjajahan Israel kepada Rachmawati. (***)

Komentar Pembaca
Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB
Jatuh Sakit, Wagub Uu Jalani Operasi

Jatuh Sakit, Wagub Uu Jalani Operasi

Peristiwa17 November 2018 04:35

Dewan Prihatin Sekda Kab Tasik Ditahan

Dewan Prihatin Sekda Kab Tasik Ditahan

Politik15 November 2018 20:51

Nominal Bantuan PKH Tahun 2018 Berkurang

Nominal Bantuan PKH Tahun 2018 Berkurang

Ragam17 November 2018 18:19

Lambang Maung Bodas Di PJU Kok Dicopot?

Lambang Maung Bodas Di PJU Kok Dicopot?

Peristiwa16 November 2018 16:08

Korupsi Dana Hibah, Sekda Kab Tasik Ditahan Polda Jabar
PLTA Cirata Masuki Usia 30 Tahun

PLTA Cirata Masuki Usia 30 Tahun

Ragam21 November 2018 15:48

Gempungan, Ikhtiar Pemkab Sejahterakan Rakyat

Gempungan, Ikhtiar Pemkab Sejahterakan Rakyat

Pemerintahan21 November 2018 15:33

Bawaslu Ajak ASN Awasi Pemilu

Bawaslu Ajak ASN Awasi Pemilu

Politik21 November 2018 15:18

ASN Tak Netral, Fahmi Belum Dapat Rekomendasi Bawaslu
Bawaslu Awasi DPT Ganda

Bawaslu Awasi DPT Ganda

Politik21 November 2018 14:47