Kang Dedi
Kang Emil

Nurul Arifin: Hayu Balik Ka Indung

Ragam  JUM'AT, 22 DESEMBER 2017 , 22:31:00 WIB | LAPORAN: SONY FITRAH P

Nurul Arifin: Hayu Balik Ka Indung

net

RMOLJabar. Calon walikota Bandung Nurul Arifin mengajak warga kota Bandung untuk meneladani nilai-nilai yang terkandung dari sifat-sifat seorang Ibu : ikhlas, rela berjuang, gigih dan setia membesarkan dan merawat anak-anaknya.

"Sudah saatnya kita balik ka indung, Bandung balik ka indung. Ini berarti nilai-nilai kehidupan kita tidak terjebak pada machoisme, tapi harus feminin," kata Nurul dalam keterangan tertulisnya, Jumat(22/12)

Dijelaskan Nurul, bagi anak-anak bangsa, 'balik ka indung' memiliki arti bahwa sekaranglah saatnya kita memberi, berkontribusi, menyayangi dan menjaga kota, berbuat dengan ikhlas untuk bangsa dan negara.

"Kota Bandung harus kita jaga, sejarahnya, anak-anaknya dan mimpi-mimpi masa depannya, agar tetap menjadi kota yang humanis, melahirkan gagasan pencerahan, kondusif, nyaman dan ramah bagi ibu dan anak," ujarnya.

Di Hari Ibu , Nurul mengajak warga Bandung untuk menghormati dan menyayangi orangtua, memelihara kota, membangun jiwa dan saling menjaga antar warga.

Nurul menceritakan, Hari Ibu 22 Desember memiliki sejarah yang panjang. Tidak hanya tentang perempuan sebagai ibu dalam sebuah keluarga, lebih dari itu juga tentang peran perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Pada kongres perempuan pertama, 22-25 Desember 1928, bahkan sudah mengagendakan pembahasan tentang persatuan perempuan dan peran perempuan dalam perjuangan kemerdekaan," tuturnya.

Menurutnya para pejuang perempuan dan perempuan pejuang terdahulu telah berpikir dan bertindak besar. Nurul mengingatkan tentang tauladan yang diberikan oleh Pahlawan Nasional Dewi Sartika.

"Contoh, apa yang dilakukan Dewi Sartika dengan mendirikan sekolah, bahkan jika dilihat dari kacamata saat ini, tetap merupakan tindakan yang revolusioner," ucapnya.


Dia menambahkan, perempuan adalah sekolah pertama bagi anak, perempuan adalah rahim yang melahirkan anak-anak bangsa dan peradaban.

"Karenya perempuan Indonesia saat ini perlu pro aktif, berpikir global, berpendidikan tinggi dan berwawasan luas," demikian Nurul. [nif]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00