Kang Dedi
Kang Emil

Bakal Ditinggal, Puluhan Ormas Islam dan Para Aktifis Dakwah Pastikan Solid Dukung KDM

Peristiwa  SABTU, 06 JANUARI 2018 , 19:16:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Bakal Ditinggal, Puluhan Ormas Islam dan Para Aktifis Dakwah Pastikan Solid Dukung KDM
RMOLJabar. Mencermati dinamika politik menjelang pilwalkot Cirebon yang kian dinamis, para aktifis dakwah dan puluhan tokoh perwakilan ormas islam menggelar pertemuan, Jum'at (05 Januari 2018) di Masjid An-Nur Cirebon.

Demikian dikatakan Basir, Staf KDM bagian media publik dalam rilisnya kepada RMOLjabar, Sabtu (6/1).

Pertemuan tersebut digelar untuk memberikan dukungan moril kepada Kang Dede Muharam atau lebih akrab disapa KDM, setelah muncul wacana paket Brigjen Siswandi - H. Karso yang berpeluang di usung oleh Partai Koalisi Ummat.

Disebutkan dalam rilis, Brigjen Pol Siswandi adalah Jenderal polisi aktif yang masih berdinas. Sementara KDM saat acara berlangsung tidak dapat hadir karena tengah berada di Jakarta.

"Seperti diketahui, Siswandi pada awalnya ikut pada penjaringan Bacalon Walikota melalui Partai Golkar, namun gagal dan akhirnya melobi beberapa elit partai koalisi Umat. Maka secara fatsoen politik, Siswandi tidak mengikuti penjaringan Bacalon Walikota yang diselenggarakan oleh Koalisi Ummat," pungkas Basir membacakan hasil pertemuan.

Selain itu juga, lanjutnya, dibahas opsi lain ketika KDM tidak mendapat rekom, diantaranya yang pertama adalah memilih Golput.

"Kedua tetap memilih pasangan calon yang bisa mengakomodir kepentingan ummat, atau yang ketiga sesuai dengan kaidah Ushul Fiqih memilih pasangan yang memiliki madhorotnya paling sedikit," kata Basir meniru ucapan Ustadz Budhi Virmansyah, salah satu tokoh agama yang hadir saat itu.

"Tetapi pada prinsipnya kami tetap solid mendukung Kang Dede Muharam (KDM) dan berharap amanah itu jatuh kepada KDM," Ujar Ustadz Budhi Virmansyah sebagai disebutkan dalam rilis.

"Saya kira apa yang terjadi belakangan ini hanyalah sebuah framing dan Psywar belaka, kami tetap berharap para elite partai koalisi ummat tidak salah dalam memilih figure, selain memiliki popularitas, dan elektabilitasnya cukup baik, pertimbangan berikutnya adalah track record nya di masa lalu dan resistensi yang ditimbulkan dari paket yang diusulkan," tambah tokoh masyarakat Said Baumar dalam rilis.

"Kehadiran koalisi ummat ini tentu menjadi harapan banyak pihak, maka kewajiban kami sebagai sesama muslim adalah saling mengingatkan, memberikan masukan- masukan positif demi kemaslahatan ummat agar para elite partai koalisi ummat berhati-hati dalam memutuskan, jangan sampai ikhtiar yang  telah dilakukan ini menjadi unklimaks dan kita kembali menyesal untuk 5 tahun berikutnya," imbuh Ustadz Uzroni yang mewaliki Hidayatullah dalam rilis.

Turut hadir dalam pertemuan Ustadz Andi Mulya (Al-Manar), Ustadz Uzroni (Hidayatullah), Ustadz Taufik (Ponpes Manarusalam), Ustadz Said Baumar (Dewan Da`wah), Ustadz Arif Hamzah (Griya Peduli Ummat) Abah H.Yusuf (Persis), Ustadz Budhi Virmansyah (MMI), Ustadz Mudhofar (KS 212), Roni Iryadi (Akademisis), H.Sofyan (KBPII), Habib Hamid (Ponpes Jagasatru), Dr. Asad (Ketua KAHMI Kota Cirebon) serta beberapa tokoh lain yang memberikan pandangan terkait dengan perkembangan terakhir.[gun]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00