KPK Uraikan Aliran Transaksi Uang, Diduga Memperkaya Novanto

Hukum  SABTU, 13 JANUARI 2018 , 06:27:00 WIB

KPK Uraikan Aliran Transaksi Uang, Diduga Memperkaya Novanto
RMOLJabar. KPK sudah menguraikan aliran transaksi yang dilakukan keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dengan membawa uang USD 2,6 juta dengan barter dolar. KPK menduga aliran transaksi ini untuk memperkaya diri Setya Novanto.

"Karena itu, kami menguraikan lanjut jalur lintas negara dan tahapan cukup rumit bagian dari dugaan upaya memperkaya diri terdakwa (Setya Novanto)," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Menurut Febri, aliran uang yang dilakukan Irvanto telah membuktikan ada upaya memperkaya diri sendiri atau orang lain. Febri menilai memperkaya diri sendiri bisa dilakukan secara langsung atau tidak langsung.

"Itu dilakukan dalam rangka membuktikan unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain. Seseorang itu bisa diperkaya secara langsung atau bisa tidak langsung," ucap Febri.

"Tidak langsung di sini bisa menggunakan beberapa layer orang tertentu sebagai pelapis, bisa juga mengelabui transaksi itu sendiri. Atau bisa juga uang diputar dulu, uang tidak di Indonesia atau di luar negeri itulah yang kami sedang kami buktikan saat ini," lanjut Febri.

Dalam fakta persidangan, jaksa menampilkan skema aliran uang Biomorf Mauritius yang diterima beberapa perusahaan rekan Juli Hira di Singapura. Perusahaan tersebut adalah Kohler Asia Pacific sebesar USD 200 ribu, Cosmic Enterprise sebesar USD 200 ribu, Sunshine Development sebesar USD 500 ribu, Golden Victory sebesar USD 186.470, Pacific Oleo USD 183.470, Wua Kong Trading sebesar USD 250 ribu, Omni Patent sebesar USD 240.200 dan Juli Hira USD 200 ribu.

Peristiwa yang terjadi pada 2012 itu digali jaksa dari keterangan Riswan dan Juli Hira. Keduanya merupakan pengusaha money changer.

Awalnya Riswan mengaku didatangi Irvanto di kantornya di Jakarta. Irvanto disebut Riswan mengaku ingin melakukan barter dolar, tetapi Irvanto menyebut dolar itu ada di luar negeri.

"Penerimaan uang itu bisa secara langsung atau secara tidak langsung," ucap Febri menjawab uang tersebut sampai di tangan Novanto atau Irvanto.[gun]

Komentar Pembaca
Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB
Jatuh Sakit, Wagub Uu Jalani Operasi

Jatuh Sakit, Wagub Uu Jalani Operasi

Peristiwa17 November 2018 04:35

Dewan Prihatin Sekda Kab Tasik Ditahan

Dewan Prihatin Sekda Kab Tasik Ditahan

Politik15 November 2018 20:51

Nominal Bantuan PKH Tahun 2018 Berkurang

Nominal Bantuan PKH Tahun 2018 Berkurang

Ragam17 November 2018 18:19

Lambang Maung Bodas Di PJU Kok Dicopot?

Lambang Maung Bodas Di PJU Kok Dicopot?

Peristiwa16 November 2018 16:08

Korupsi Dana Hibah, Sekda Kab Tasik Ditahan Polda Jabar
PLTA Cirata Masuki Usia 30 Tahun

PLTA Cirata Masuki Usia 30 Tahun

Ragam21 November 2018 15:48

Gempungan, Ikhtiar Pemkab Sejahterakan Rakyat

Gempungan, Ikhtiar Pemkab Sejahterakan Rakyat

Pemerintahan21 November 2018 15:33

Bawaslu Ajak ASN Awasi Pemilu

Bawaslu Ajak ASN Awasi Pemilu

Politik21 November 2018 15:18

ASN Tak Netral, Fahmi Belum Dapat Rekomendasi Bawaslu
Bawaslu Awasi DPT Ganda

Bawaslu Awasi DPT Ganda

Politik21 November 2018 14:47