Perpaduan Potensi Keindahan Alam dan Kearipan Lokal Mengantarkan Cibuntu Menjadi Desa Wisata Unggulan

Ragam  SABTU, 13 JANUARI 2018 , 20:17:00 WIB | LAPORAN: YUDI R SUDIRMAN

Perpaduan Potensi Keindahan Alam dan Kearipan Lokal Mengantarkan Cibuntu Menjadi Desa Wisata Unggulan
RMOLJabar. Harmonisasi potensi keindahan alam, berpadu dengan potensi sejarah, budaya, seni, dan sumber daya manusia-nya yang baik membuat Desa Wisata Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan semakin menggeliat, terus berkembang, kondisi ini seakan membuat desa yang terletak kurang lebih 20 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Kuningan itu terus menambah tebaran pancaran pesona pada para wisatawan untuk datang berkunjung.

Bahkan desa yang merupakan binaan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Kabupaten Kuningan, serta institusi pendidikan STP Pasca Sarjana Universitas Trisakti Jakarta itu tak hanya mampu menjadi destinasi menarik untuk para turis, namun juga mengundang minat para penggiat pariwisata dari berbagai daerah, baik yang berada di Pulai Jawa, Sumatera, dan lainnya di nusantara untuk datang berkunjung dan menimba ilmu pengelolaan sektor wisata pedesaan dengan baik di desa yang berada di lereng bagian utara gunung Ciremai tersebut.

Seperti diakui Imam Budiman salah seorang pengurus mitra Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Provinsi Jawa Tengah yang sempat menimba ilmu di Desa Wisata Cibuntu, pada rangkaian kegiatan temu mitra Pokdarwis di tahun 2016 silam.

Menurut Imam, jika bicara keindahan alam dan situs, hal itu di Jawa Tengah juga banyak ditemui, namun kelebihan di Desa Wisata Cibuntu adalah kesadaran masyarakatnya dalam mengelola potensi yang dimiliki, sekaligus kesadaran dalam menerapkan sapta pesona wisata.

Desa wisata Cibuntu dibangun secara gotong royong oleh seluruh komponen masyarakatnya, dengan menjadikan desa mereka sebagai wilayah yang alami, indah, dan bersih. Disamping itu, dengan kesadaran tinggi mereka juga sudi menjaga dan memelihara situs-situs yang berada di pekarangan rumah mereka, sehingga benda-benda purbakala itu bisa tetap lestari, meski berada diantara kesibukan aktivitas sehari-hari penduduk desa,” ungkap Imam kapada RMOLJabar, Sabtu (13/1).

Luar biasanya lagi, kata Imam, keramahan masyarakat dalam menyambut dan memperlakukan pengunjung yang datang, dengan kehangatan yang tidak dibuat-buat mereka seakan menganggap para tamu itu seperti layaknya keluarganya sendiri yang sedang pulang kampung.

Saat tiba di homestay yang merupakan tempat-tempat tinggal penduduk, dimana di setiap homestay-nya diberi nama-nama tersendiri, disana kami menemui suasana penataan rumah demikian bersih, serta rapi seperti di hotel, kemudian dengan penuh keramahan pemilik homestay itu mempersilahkan kami untuk menikmati suguhan welcome drink berupa minuman tradisional hasil racikan jahe dan sereh, dimana mereka menyebutnya dengan Jasreh,” katanya.

Tidak hanya sampai disitu, sambung Imam, warga desa itu dengan suka rela menjadi guide yang sudi mengantarkan para tamunya menikmati berbagai potensi pariwisata yang tersaji di Desa Cibuntu, mulai dari kesakralan berbagai situs purbakala, sumber mata air Cikahuripan, indahnya Curug (air terjun) Gongseng, eloknya kebun konservasi Bambu Betung, hingga uniknya Kampung Kambing.

Kampung kambing merupakan salah satu daya tarik juga yang tidak ada di daerah kami, dan menurut kami itu sebuah konsep luar biasa, dimana pihak pemerintah desa membuat peraturan desa (Perdes) yang dengan bijak menata lokasi pemeliharaan kambing secara eksklusif, jauh dari perumahan penduduk, sehingga tidak hanya berdampak pada kebersihan dan kesehatan lingkungan pemukiman, namun juga menjadi satu sarana wisata edukasi di bidang peternakan,” ujar Imam.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan Drs. Jaka Caherul, bahwa saling mendukungnya penggiat Desa Wisata Cibuntu bersama perangkat desa yang sangat harmonis, ditambah kehidupan masyarakatnya yang rukun, menjadi modal utama dalam menjaring kehadiran para wisatawan di wilayah tersebut.

Salah satu keunggulan yang menjadi daya tarik Desa Wisata Cibuntu adalah cara masyarakatnya dalam memelihara dan melestarikan budaya, atau kearipan lokal, diantaranya dalam bersikap ramah pada tamu, atau someah ka semah, tetap mempertahankan rasa gotong royong, terutama dalam menjaga keutuhan seni tradisional, serta senantiasa kompak dalam memperindah lingkungan tempat mereka tinggal,” papar Jaka.
Jaka meyakini, dari tingginya rasa gotong royong itu pulalah membuat salah hunian warga yang dijadikan homestay, yakni homstay Teratai 3 masuk dalam kategori lima terbaik se-Asia Tenggara di ajang ‘Asean Award 2017’ di Singapura, Kekompakan seluruh elemen masyarakat desa dalam memelihara budaya, baik dari segi budaya memelihara keindahan lingkungan, budaya ramah pada tamu tersebut, bukan hanya membuahkan hasil betahnya para pendatang saat berada di desa mereka, tetapi juga penghargaan tingkat Asia Tengara,” ungkapnya.

Jaka menyebutkan, saat ini di Cibuntu terdapat 70 homestay dengan total kamar berjumlah sekitar 110 ruang, dengan diraihnya penghargaan tersebut dia berharap tak hanya membuahkan rasa bangga, namun juga bisa memicu pada pemilik homestay lainnya untuk bisa tampil lebih baik lagi, mulai dari penaataan, maupun pelayanan, Disamping itu, semoga dengan diraihnya penghargaan ini akan semakin memperkenalkan Desa Wisata Cibuntu di arena pariwisata internasional,” harapnya.

Dan sebagai bukti dukungan penuh pihak Disporapar dalam menjadikan Desa Wisata Cibuntu sebagai salah satu wilayah potensi wisata unggulan di Kabupaten Kuningan, dijabarkan Jaka, penambahan berbagai fasilitas untuk menunjang kemajuan, sekaligus meningkatkan jumlah pengunjung-pun dilakukan.
Jika dahulu saat kita berkunjung ke Disa Wisata Cibuntu, yang bisa dinikmati diantaranya situs purbakala, kebun konservasi Bambu Betung, sumber mata air Kahuripan, Curug Gonseng dan Kampung Kambing, kini telah dibangung camping ground, dengan dilengkapi kolam renang, yang letaknya tak jauh dari Curug Gongseng,” terang Jaka.

Disamping itu, pengembangan yang akan dilakukan ke depan diantaranya adalah agro wisata berbasis sosial, serta peningkatan pengembangan budaya lokal, Hal itu dilakukan, agar dengan berkembangnya wisata di Desa Cibuntu, seiring pula dengan kemajuan bidang pertanian, dan semakin bertumbuhnya budaya lokal semakin kuat pula daya tarik bagi para wisatawan untuk datang berkunjung,” paparnya.[gun]

Komentar Pembaca
Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00