Ketua DPP: Gerindra Selalu Disudutkan, Urusan Rumah Tangga Orang Saja Kami Ikut Terseret

PARPOL  RABU, 17 JANUARI 2018 , 03:31:00 WIB

Ketua DPP: Gerindra Selalu Disudutkan, Urusan Rumah Tangga Orang Saja Kami Ikut Terseret
RMOLJabar. Partai Gerindra menjadi salah satu partai yang kerap mendapat tudingan sebagai pemain isu Suku, Ras, Agama, dan Antar Golongan (SARA) oleh pihak-pihak tertentu dalam tahapan Pemilu dan Pilkada.

Ketua DPP Partai Gerindra Haposan Paulus Batubara membantah hal tersebut. Menurutnya selama ini partai yang diketuai Prabowo Subianto itu tidak pernah memainkan isu SARA. Hal itu merupakan tuduhan yang tidak mendasar.

"Kita gak merasa memainkan SARA. Yang memainkan SARA itu siapa? Namanya juga tuduhan," Ujar Haposan dalam diskusi di Kantor Dewan Pimpinan Nasional Vox Point Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (16/1).

Haposan menilai banyak kalangan yang ingin menyudutkan Partai Gerindra, terlebih setelah Pilkada DKI Jakarta. Bukan hanya memberikan tuduhan palsu. Partai Gerindra juga ikut terseret oleh kasus perceraian rumah tangga orang lain.

"Kami ini diserang terus, kalau ada yang selingkuh terus mau cerai kami yang dibawa bawa. Kami mau bilang apa, kami maklumi kami nggak punya TV, kami nggak punya koran, kami nggak punya radio," tambahnya.

Lebih lanjut, Haposan menjelaskan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan orang yang sangat cinta kepada NKRI, hal itu tetap melekat dalam sikap politik Prabowo.

Menurut Haposan dengan adanya sikap tegas dari ketua umuk tentu saja Gerindra bakal mengedepankan demokrasi yang adil dan bukan politik uang. Apalagi memainkan isu SARA dalam agenda politik seperti Pilkada, Pileg hingga Pilpres.

"Prabowo adalah orang Negarawan yang siap mati untuk menjaga NKRI dan berdemokrasi yang sangat baik," pungkasnya. [gun]

Komentar Pembaca
Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB