Benahi Kawasan Kumuh, Emil Fokus Nasib Anak-Anak

Kang Emil  RABU, 17 JANUARI 2018 , 08:23:00 WIB | LAPORAN: SONY FITRAH P

Benahi Kawasan Kumuh, Emil Fokus Nasib Anak-Anak
RMOLJabar. Lingkungan kumuh di kota Bandung memiliki banyak ekses negatif Mulai dari kemiskinan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan sexual, kesehatan dan masalah sosial lainnya.

Program penanganan sudah disusun Pemkot Bandung, sebagai la gkah awal kini Pemkot akan fokus pada penyelamatan generasi anak-anak yang banyak tinggal di sana. Salah satu cara yang dipertimbangkan adalah menawarkan lingkungan baru yang lebih memadai bagi tumbuh kembang anak.

Tapi yang paling fokus anak-anaknya, walaupun generasi orang tuanya agak negatif, minimal kita selamatkan generasi anak-anaknya jangan sampai terbawa negatif,” kata Walikota Bandung Ridwan Kamil (Emil) kepada awak media usai rapat pimpinan di Pendopo Kota Bandung, Selasa (17/1).

Salah satu yang dibahas dalam rapat tersebut adalah pencegahan terjadinya kembali kekerasan seksual kepada anak. Pada rapat pimpinan di Pendopo membahas secara khusus tentang penanganan warga yang berada di wilayah-wilayah kumuh, salah satunya seperti di pinggiran rel kereta api.

Emil menuturkan, lingkungan kumuh tersebut memberikan beban tersendiri bagi warga yang tinggal di sana. Berbagai isu sosial mungkin muncul di situasi yang keras semacam itu.

Kami sedang mempersiapkan program khusus revitalisasi sosial lingkungan pemukiman sepanjang rel kereta, untuk memastikan tidak ada isu-isu sosial lingkungan, moral, yang umumnya terjadi di wilayah yang keras, sehingga terjadi kekerasan terhadap anak. Permasalahan moral yang muncul akhir ini disebabkan oleh kerasnya lingkungan yang mengakibatkan nilai-nilai kehidupan yang positif mungkin agak sulit hadir di sana,” tutur Emil usai rapat pimpinan.

Kendati demikian, Emil mengakui, mengubah peradaban diperlukan waktu yang panjang. Di dalamnya muncul dinamika-dinamika yang perlu dihadapi, seperti paradigma masyarakat, batasan aturan, hingga persoalan ekonomi dan kemiskinan.

Warga yang tinggal di sepanjang rel kereta, lanjut Emil, akan ditangani khusus karena kompleksitas urusan di lingkungan itu. Saat  ini tengah dikaji  persiapan, dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan itu dilakukan sesuai dengan aturan. Ia belum menyebutkan secara detil tindakan yang akan dilaksanakan di sana.

Nanti akan dicek, kalau dia ilegal, akan koordinasi dengan provinsi, apakah APBD Kota Bandung bisa mendanai program sosial kemasyarakatan mereka yang tidak ber-KTP Bandung. Karena Bandung kota migrasi,” demikian Emil. [bon]

Komentar Pembaca
Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB