Jokowi Geram, Normalisasi DAS Citarum Terlalu Banyak Rapat

Pemerintahan  RABU, 17 JANUARI 2018 , 09:43:00 WIB | LAPORAN: ALDI FERDIAN

Jokowi Geram, Normalisasi DAS Citarum Terlalu Banyak Rapat
RMOLJabar. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menilai sudah terlalu banyak rapat yang digelar terkait penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Meski ini kali pertama Jokowi mengikuti rapat, dirinya menghitung sudah ada sebanyak 14 kali rapat mengenai penanganan DAS Citarum namun belum ada tindakan nyata.

"Saya harapkan integrasi antara kementerian lembaga pusat dan daerah betul-betul nyata dan bisa kita kerjakan di lapangan karena ini menyangkut generasi kira ke depan," kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas (Ratas) dengan sejumlah stakeholders pusat dan daerah di Graha Riksa Praditi Puslitbang Pemukiman Badan Litbang Pekerjaan Umum, Jalan Turangga, Bandung, Selasa (16/1).

Jokowi menegaskan, penataan dan penanganan DAS Citarum harus segera dilakukan semua pihak karena menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Selain itu, keberhasilan normalisasi sungai Citarum juga akan dijadikan percontohan bagi Daerah Aliran Sungai (DAS) di seluruh Indonesia.

"Sekali lagi integrasi, karena kuncinya ada di situ agar benar-benar kita kerjakan dengan baik, terutama di lapangan maupun di dalam menyiapkam konsep yang ada," tegas Jokowi.

Dipaparkan Jokowi, saat ini pencemaran DAS Citarum sudah ada pada posisi lampu kuning, sehingga semua pihak harus segara bekerja cepat agar kondisi sungai tidak semakin parah. Menurutnya, tataruang wilayah, konservasi dan rehabilitasi lingkungan harus betul-betul dikerjakan serta harus ada pengelolaan DAS.

"Saya tidak mau sungai Citarum menjadi tempat pembuangan limbah raksasa dari pabrik-pabrik yang ada di kanan kiri sungai Citarum," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, semua pihak harus bekerjasama dalam melakukan pendekatan terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga menjadi pencemar lingkungan, sehingga ada solusi bagi perusahaan tersebut seperti membuat Instalasi Pengelolaan Aliran Limbah (IPAL) agar tidak membuang limbahnya ke sungai secara langsung.

"Kalau memang sulit mengikuti maka penegakan yang tegas harus kita lakukan supaya ini tidak keterusan," pungkas Jokowi. [bon]

Komentar Pembaca
Plagiasi Video Aksi Jokowi

Plagiasi Video Aksi Jokowi

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Konspirasi Hati RR dan WS Rendra

Konspirasi Hati RR dan WS Rendra

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 11:00:00

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00