Salahi Wewenang, LSM GSMB Dilaporkan Pengacara ke Kemenkumham RI

Politik  RABU, 17 JANUARI 2018 , 20:15:00 WIB | LAPORAN: EGA NUGRAHA

Salahi Wewenang, LSM GSMB Dilaporkan Pengacara ke Kemenkumham RI
RMOLJabar. Karena LSM GSMB dinilai telah bertindak diluar kewenangan sebagai organisasi masyarakat, Supriyadi selaku pengacara Joko Susilo (JS), anggota TNI yang dituduh melakukan pengroyokan, melayangkan surat dan melaporkan ke Kementerian Hukum dan HAM RI.

Pasalnya, kata Supriyadi, selain menuduh kliennya, JS yang akrab disapa Gumay, GSMB telah bertindak bagai aparat penegak hukum dengan mempertanyakan izin dan keabsahan angkutan limbah dari PT Honda Prospek Motor (HPM) Karawang.

"Ini kita seriusi dan kita tindaklanjuti untuk memohon Kemenkumham meninjau kembali legalitas izin LSM GSMB. Karena, nyata-nyata telah bertindak diluar koridor sebagai lembaga swadaya masyarakat sebagaimana UU No 17 Tahun 2013. Ini hasil kajian kami," kata Supriyadi.

Supriyadi juga menegaskan, pihaknya menghormati proses penyelidikan yang dilakukan Sub Denpom Karawang atas insiden tersebut.

"Kami menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan. Secara kronologis, saksi-saksi dari sekurity kawasan dan sekuriti PT HPM juga tahu kalau anggota LSM lebih dulu ada di kompleks kawasan dalam kondisi mabuk sehingga memicu insiden setelah menghadang truk pengangkut limbah milik istri JS. Apalagi, insiden itu terjadi setelah JS datang belakangan karena sopir truk menelponnya," imbuhnya.

Dia pun mengaku, meskipun secara pribadi, 2 anggota GSMB, Jono dan Hendra telah melakukan penyelesaian secara kekeluargaan, namun dirinya masih menunggu iā€™tikad organisasi GSMB. Pasalnya, setelah melakukan pembicaraan kedua belah pihak dan disepakati untuk berdamai, tapi, Ketua GSMB masih tak bergeming.

"Upaya pelaporan ke Kemenkumham, semata-mata agar pihak Kemenkumham mengkaji betul izin yang dikeluarkan kepada GSMB yang telah bertindak diluar batas kewenangannya," tandasnya.

Terkait dengan beredarnya isu penahanan JS, Supriyadi menegaskan, saat ini tengah dilakukan penyelidikan (lidik, red) yang tidak bisa dilakukan penahanan terhadap siapapun. Terlebih lagi, fakta dari kronologi kejadian, JS tak melakukan pengroyokan, tapi semata-mata melakukan pembelaan setelah dikeroyok anggota GSMB.

"Tidak benar kalau klien kami ditahan. Saat ini masih penyelidikan dengan meminta keterangan saksi-saksi," tegasnya. [jar]

Komentar Pembaca
Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB