Lestarikan Bahasa Sunda Lewat Sulap dan Dongeng

Pendidikan  RABU, 17 JANUARI 2018 , 22:12:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Lestarikan Bahasa Sunda Lewat Sulap dan Dongeng
RMOLJabar. Sulap dan Dongeng (Sudong) jadi media yang dipakai para instruktur agar para pelajar bisa dengan mudah mengerti dan memahami, Bahasa Sunda.

Rabu (17/1), ribuan siswa SD dan SMP di Purwakarta antusias menonton pertunjukan Sulap dan Dongeng (Sudong) yang digelar di GOR Purnawarman, selama dua hari ini.

Sesuai namanya, Sudong merupakan pertunjukkan sulap yang dipadukan dengan dongeng dan Sastra Sunda. Sudong ini merupakan inovasi praktik Bahasa Sunda yang cukup menyeluruh dan disampaikan secara menarik kepada siswa.

"Sudong berawal dari keprihatinan para pesulap dan pemerhati Bahasa Sunda terkait laporan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) tahun 2000. Disebutkan, Bahasa Sunda ada di peringkat ke-32 dalam jumlah pengguna. Dari sekitar 40 juta penduduk Jawa Barat, hanya 17 juta orang saja yang menggunakan bahasa Sunda," ujar Penggagas Sulap jeung Dongeng (Sudong) yang juga Ketua Komunitas Sulap Bandung (KSB) Taufik Fathurrohman saat ditemui di GOR Purnawarman.

Yang juga memprihatinkan, kata pria bertubuh tinggi besar itu, hanya 30 persen saja guru Bahasa Sunda yang benar-benar memiliki background dari Sastra Sunda. "Sementara 70 persenya adalah guru dari mata pelajaran lainnya yang ditugaskan menjadi guru Bahasa Sunda," katanya.

Sehingga, kata Taufik, penyampaian mata pelajaran Bahasa Sunda hanya sebatas teori atau materi secara text book. "Padahal di dalam pelajaran Bahasa Sunda itu ada unsur sastra, tak melulu mempelajari tata bahasa," ujarnya.

Melalui Sudong, timnya menampilkan pertunjukan sulap dan berbagai sastra Sunda. "Di antaranya, sisindiran, pupuh wawacan, musikalisasi puisi Sunda, tatarucingan, dan lainnya. Segala hal yang masuk dalam kurikulum mata pelajaran Sunda kami tampilkan secara langsung dan menarik," katanya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Mata  Pelajaran (MGMP) Bahasa Sunda SMP Kabupaten Purwakarta Agus Mulyana menyebutkan, di Kabupaten Purwakarta, dari 121 SMP reguler dan Satap, hanya 23 guru Bahasa Sunda yang memiliki background dari Sastra Sunda.

"Saya mengapresiasi antusias seluruh guru dan siswa yang hadir. Ini memberikan pengalaman berharga mempelajari Bahasa Sunda secara praktik. Selain menghadirkan para pesulap kawakan, Sudong juga mendatangkan penggiat Sastra Sunda seperti Godi Suwarna, Ferry Curtis, Kang Ayi, dan lainnya," kata Agus.

Apa yang ditampilkan melalui Sudong tersebut, sambungnya, sesuai dengan kurikulum. "Total ada 11.700 an guru dan pelajar yang hadir. Melihat antusias yang tinggi, ke depan MGMP Bahasa Sunda berencana membuat lingkung seni," ucapnya. [jar]

Komentar Pembaca
Panglima TNI Tiba di Pekanbaru

Panglima TNI Tiba di Pekanbaru

JUM'AT, 20 APRIL 2018 , 12:51:00

Resmikan Sekber Pilpres

Resmikan Sekber Pilpres

SABTU, 28 APRIL 2018 , 03:29:00

Bahas Penantang Terkuat Jokowi

Bahas Penantang Terkuat Jokowi

JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 05:47:00