Koramil 0901 Lembang Tebar Pupuk Organik Olahan Grafika

Pemerintahan  SABTU, 27 JANUARI 2018 , 15:02:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Koramil 0901 Lembang Tebar Pupuk Organik Olahan Grafika

Koramil 0901 Lembang

RMOLJabar. Setahun berjalan melakukan pengolahan limbah secara mandiri, Terminal Wisata Grafika Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjalin kerjasama dengan Koramil 0901 Lembang untuk mendistribusikan pupuk organik berbahan baku limbah hotel dan restoran.

Danramil 0901 Lembang Kapten Arm Pendi menjelaskan, pihaknya mengapresiasi langkah swasta yang bergerak dalam usaha restoran memiliki inisiatif pengolahan limbah menjadi pupuk.

Sebanyak 380 karung pupuk organik didistribusikan ke  sejumlah Gabungan Kelompok Tani(Gapoktan) yang ada di Lembang.

"Kerjasama ini sebagai bagian memenuhi kebutuhan pupuk petani di Lembang, jauh yang lebih penting ialah pengurangan volume sampah dari restoran dan hotel di kawasan wisata Lembang,"ungkap Danramil, Sabtu(27/1).

Dirinya berharap, langkah Grafika dengan mengolah limbah sendiri ini meluas dan diadopsi pengusaha lainnya. Jika ini dilakukan, kata dia, akan menekan volume sampah sekaligus menjaga ketahanan pangan.

Kepala Divisi Pengelolaan Sampah pada Terminal Wisata Grafika Cikole, Jajang mengatakan pengelolaan sampah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Apalagi, setiap hari volume sampah terus meningkat.

"Kami ingin mengurangi pembuangan sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Dengan pengelolaan ini, sampah yang dihasilkan hanya terbuang hingga 20 persen," kata Jajang.

Terminal Wisata favorit ini setiap harinya bisa menghasilkan sampah 10 hingga 20 tong. Namun, khusus pada libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini, sampah bisa mencapai 40 tong perhari.

"Saat ini kami hanya mampu mengelola sampah organik dan anorganik saja. Untuk sampah yang tidak bisa di daur ulang seperti sterofoam, kantong plastik makanan ringan terpaksa harus dibuang ke TPA. Artinya kami hanya mampu mengelola sampah hingga 80 persen," jelasnya.

Adapun pengelolaan sampah ini dilakukan menggunakan metode daur ulang organik dan anorganik dengan bantuan tiga unit alat mesin pres, ayak, dan cacah.

"Untuk mengelola sampah ini, kami melibatkan 5 orang karyawan dengan waktu kerja hingga 8 jam perhari. Dengan ukuran gedung pengelolaan sampah 8 x12 meter persegi," ujarnya.

Salah seorang petani Lembang Peraih penghargaan PBB Ulus Firmawan mengatakan, pupuk kompos dari daur ulang limbah restoran ini memiliki kandungan yang baik untuk tanaman.

Berbeda dengan pupuk kompos berbahan lain, nutrisi yang dikandung didalamnya seluruhnya terserap oleh tanaman.

"Dari segi kualitas pupuk dari limbah restoran ini terserap seratus persen oleh tanaman, tanah juga tidak tercemar kimia dan kualitas produk yang dihasilkan mampu memenuhi pasar ekspor,"tandasnya. [jar]

Komentar Pembaca
Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB