Arif Suditomo Resmikan Panti Pijat Nurani Bagi Kaum Difabel

Sosial  RABU, 21 FEBRUARI 2018 , 23:31:00 WIB | LAPORAN: YUDHA SATRIA

Arif Suditomo Resmikan Panti Pijat Nurani Bagi Kaum Difabel
RMOLJabar. Pemberdayaan terhadap masyarakat berkebutuhan khusus terus diupayakan pemerintah. Terlebih dengan adanya Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas yang mengatur hak dan kesempatan kaum difabel bisa terpenuhi, mulai dari hak hidup, pekerjaan, pendidikan, hingga akses fasilitas.

Sebagai tindak lanjut dari undang-undang tersebut, Komisi I DPR RI bersama Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna Bandung meresmikan sebuah rumah pijat guna memberdayakan kaum disabilitas agar mampu mendongkrak perekonomian kaum yang selama ini dipandang sebelah mata.

Panti pijat nurani yang berada di daerah Cimahi Selatan tersebut, langsung diresmikan oleh Anggota Komisi I DPR-RI Arif Suditomo bersama para alumni Wyata guna tersebut.

Arief Suditomo menuturkan, sebagai penyandang dana dalam peresmian rumah pijat tersebut, dirinya berharap kaum difabel di Wyata Gun bisa menyalurkan kemampuan agar keahlian dalam memijat mampu menjadi manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.

"Hari ini saya bersama rekan-rekan dari alumni Wyata Guna yang mempunyai skill untuk menjadi pemijat dan mereka mendirikan sebuah rumah pijat nurani, di mana saya berpartisipasi sebagai penyandang dana nya untuk mengontrakan bangunan di daerah cimahi selatan ini untuk menyalurkan skill mereka dan mereka sumbangsihkan kepada masyarakat," kata Arif, Rabu (21/2).

"Keahlian mereka diharapkan bisa disumbangkan kepada publik langsung dan sekaligus menjadi sumber pendapatan yang produktif buat temen-temen dari Wyata Guna," tambahnya.

Dikatakan Arief, ke depannya juga diharapkan rumah pijat tersebut mampu berkembang dan menampung sebanyak mungkin terapis pijat dari Wyata Guna. Selain bermanfaat untuk masyarakat, rumah pijat tersebut juga dinilai menjadi sebuah pembuktian kepada khalayak umum karena menjadi difabel tidak harus selalu bergantung kepada orang lain.

"Menjadi difabel bisa juga produktif dan juga bermanfaat buat masyarakat," kata dia.

Arief yang merupakan mantan presenter berita tersebut mengungkapkan, dengan kucuran dana sebesar Rp.50 juta sebagai modal awal, dirinya berharap rumah pijat bisa dikelola dengan baik menjadi tempat usaha yang produktif. Menurutnya, modal awal tersebut harus tetap menjadi dana bergulir dan dirinya memberikan kebebasan dalam penggunaan dana tersebut.

"Terserah mau dijadikan rumah pijat kedua, ketiga atau mendidik anak-anak lain menjadi pemijat yang handal. Yang penting setelah ini harus ada proyek lanjutan yang didanai atau diorganisir olah rumah pijat yang pertama kali kita dirikan," pungkasnya.[gun]

Komentar Pembaca
Bahas Penantang Terkuat Jokowi

Bahas Penantang Terkuat Jokowi

JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 05:47:00

Resmikan Sekber Pilpres

Resmikan Sekber Pilpres

SABTU, 28 APRIL 2018 , 03:29:00

Satgas XXXV-D Resmi Diberangkatkan Ke Sudan

Satgas XXXV-D Resmi Diberangkatkan Ke Sudan

SELASA, 24 APRIL 2018 , 11:49:00