Warga Kampung Adat Cireundeu Ruwat 13 tahun Longsor Leuwigajah

Ragam  KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 , 20:03:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Warga Kampung Adat Cireundeu Ruwat 13 tahun Longsor Leuwigajah
RMOLJabar. 13 tahun berlalu tragedi bencana longsor di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Leuwigajah Kota Cimahi, Warga kampung adat Cireundeu menggelar ruwatan dan doa bersama untuk ratusan korban tewas kejadian itu.

Pupuhu Kampung Adat Cireundeu, Asep Abas menuturkan, ritual diperuntukan bagi arwah leluhur dan sesepuh dengan harapan diberikan tempat terbaik di sisi sang pencipta.

Bagi warga Cireundeu, peristiwa longsornya TPAS terjadi karena pemerintah dianggap telah melanggar larangan adat dengan mengotori sirah cai atau mata air.

"Air adalah cikahirupan (sumber kehidupan). Maka jangan sampai dikotori," ujarnya, Kamis (22/2).

Peristiwa ini pun, lanjut dia, dianggap sebagai peringatan dari leluhur agar, Pemerintah Daerah tidak lagi mengotori sumber kehidupan.

"Dari kepercayaan kami ya itu teguran dari pencipta," ujar Asep saat ditemui usai ritual.

Seperti diketahui, dalam peristiwa yang terjadi 21 Februari 2005 itu, memakan korban sebanyak 157 orang meninggal dunia serta 20 jenazah lainnya tidak ditemukan.

Saat itu, Gunungan sampah sepanjang 200 meter dan setinggi 60 meter itu goyah akibat guyuran hujan yang melanda Kota Cimahi semalam suntuk. Tumpukan sampah pun longsor tepat pukul 02.00 WIB.

Dari peristiwa nahaas tersebut, tak hanya warga kampung adat saja yang merasakan kepedihan. Namun, dunia pun memiliki perasan yang sama dan turut beduka cita.

Berawal dari tragedi ini lah, cikal bakal diperingatinya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

"Mewakili warga adat, saya harap pemerintah tidak berniat lagi mendirikan TPSA di Cireundeu," tandasnya. [bon]




Komentar Pembaca
Demokrat Akui Main Dua Kaki

Demokrat Akui Main Dua Kaki

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

720 Pengacara Siap Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Siap Bela Rizal Ramli

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Demokrat: Artikel Asia Sentinel Abal-abal

Demokrat: Artikel Asia Sentinel Abal-abal

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00