Ini Yang Terungkap Dalam Sidang Auditor Sigit Yugoharto

Hukum  JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 10:03:00 WIB

Ini Yang Terungkap Dalam Sidang Auditor Sigit Yugoharto

net

RMOLJabar. Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meminta Jasa Marga membayari biaya menginap di hotel. Namun kuitansi pembayarannya atas nama BPK.

Hal itu diungkapkan Head of Internal Audit Jasa Marga, Laviana Sri Hardini ketika bersaksi di sidang suap auditor BPK Sigit Yugoharto di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin.

"Terdakwa (Sigit) meminta di-booking-kan (hotel)," kata Laviana. Hotel yang dipesan tim BPK adalah Best Western Premier The Hive di Cawang, Jakarta Timur. Best Western Premier The Hive di Cawang, Jakarta Timur.

Tim BPK menginap di hotel itu selama lima malam, 7-11 Agustus 2017. Sigit yang men­jadi ketua tim meminta Jasa Marga membayari tagihannya Rp 32,6 juta.

Tak hanya itu, Sigit meminta kuintansinya atas nama BPK, dengan maksud agar bisa dapat penggantian dari kantornya.

Namun Laviana tak menger­ti maksud permintaan itu. Sigit pun meradang. "Marahnya ke staf saya, Pak Andriansyah," kata Laviana seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Andriansyah lalu menyampai­kan isi percakapannya dengan Sigit di WhatsApp (WA). "Ibu kamu kok nggak baca 'sinyal'," kata Sigit kepada Ardiansyah.

Menurut Sigit, maksud per­mintaan pembayaran tagihan hotel atas nama BPK itu tak perlu diperjelas lagi.

Menanggapi kesaksian Laviana, terdakwa Sigit mengakui pernah menulis pesan 'susah sinyal' kepada Ardiansyah. Sigit menggunakan istilah itu lantaran Laviana, bos Ardiansyah banyak bertanya mengenai permintaan pemba­yaran hotel.

"Saya menjelaskan ke beliau bahwa tim BPK itu punya anggaran pemeriksaan dan pesawat, tapi beliaunya nanya terus, akhirnya (saya sebut) 'susah sinyal'," kata Sigit.

"Terus karena Ibu menanyakan terus bagaimana cara pembayarannya, Ibu bayarkan saja tapi nanti kuitansinya atas nama kita (BPK)," lanjut Sigit.

Dalam persidangan kemarin, hakim juga menanyakan ke­pada Laviana mengenai Sigit yang meminta motor Harley Davidson. Ia mengaku baru tahu ketika kasus ini diusut KPK.

Sebelumnya, Laviana pernah dihadirkan sebagai saksi perkara Setia Budi, bekas General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi. Setia Budi didakwa memberikan suap mo­tor besar kepada Sigit dan mem­berikan fasilitas hiburan malam serta hotel kepada tim BPK.

Laviana mengungkapkan tim BPK meminta karaoke kepada anak buahnya. Ia menuturkan, Andriansyah yang mendampingi audit melaporkan tim mem­inta refreshing di Bandung.

Dalam dakwaan Setia Budi, jaksa membeberkan pemberianfasilitas hiburan di Havana Spa & Karaoke, Sukajadi, Bandung itu menghabiskan uang Rp 41,7 juta.

Tagihannya dibayar Jaenuddin dari PT Gienda Putra, sub­kontaktor pelaksana beberapa proyek di Jasa Marga Cabang Purbaleunyi.[nif]



Komentar Pembaca
Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00