Polda Jabar Pastikan 13 Berita Penganiayaan Ulama di Medsos, Hoax

Ragam  JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 15:22:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Polda Jabar Pastikan 13 Berita Penganiayaan Ulama di Medsos, Hoax
RMOLJabar. Polda Jawa Barat memastikan dari 15 berita tentang penganiayaan ulama yang beredar di media sosial, 13 diantaranya merupakan berita bohong alias hoaks. Hanya dua kasus yang benar-benar terjadi, dan polisi telah menangkap pelakunya.

Kasus pertama dialami pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kampung Santiong, Desa Cicalengka Kulon, Kabupaten Bandung, KH Umar Basyri bin KH Sukrowi, Sabtu (27/1). Akibat peristiwa itu, dirinya mengalami luka di bagian kepala dan harus dirawat di rumah sakit.

Lalu, peristiwa serupa dialami Komando Brigade PP Persis, H.R Prawoto di Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Kamis (1/2). Tak seperti Umar Basri, Prawoto meninggal dunia setelah sempat alami koma.

"Semua ada 15, yang betul hanya kasus yang menimpa KH Umar Basyri dan almarhum Ustad Prawoto, yang lain hoaks. Dari beberapa kasus hoaks itu ada yang kita proses hukum, namun ada yang sudah mengunggah permintaan maaf dan kita fasilitasi," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung, Jumat (23/2).

Penyebaran informasi hoaks tersebut terjadi di sejumlah wilayah, seperti Sukabumi, Bogor, Garut, dan Cimahi. Bahkan, diterangkan Agung, di Cimahi belum terjadi peristiwa apapun, namun telah bergulir isu adanya orang yang diduga gila dan mencari-cari ulama.

"Yang di Cimahi belum terjadi apa-apa, hanya warga curiga karena ada orang tidak dikenal berkeliaran," beber mantan Kapolda Sumatera Selatan tersebut.

Agung menegaskan, Polda Jabar dengan diback-up Mabes Polri tidak berhenti sampai di sini. Pihaknya akan mendalami apakah ada keterkaitan antara satu hoaks dengan hoaks yang lain, dengan menggunakan sistem yang bisa memunculkan siapa oknum di balik penyebaran berita tersebut.

"Dan, kami pastikan kasus penganiayaan yang benar-benar terjadi dan pelakunya diduga alami gangguan jiwa tetap diproses hukum," tandasnya. [nif]



Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Oded Buka Road Show Senam 2018

Oded Buka Road Show Senam 2018

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 09:21:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 09:50:00