Jokowi Jangan Ragu Angkat Buwas Jadi Jaksa Agung

Politik  SABTU, 24 FEBRUARI 2018 , 04:29:00 WIB

Jokowi Jangan Ragu Angkat Buwas Jadi Jaksa Agung

Komjen Budi Waseso/Net

RMOLJabar. Muncul desakan agar Presiden Jokowi mengangkat Komjen Budi Waseso (Buwas) menjadi Jaksa Agung. Indonesia Police Watch (IPW) menilai Buwas memang layak menggantikan M. Prasetyo.

"Saat menjadi Kabareskrim dan Kepala BNN publik sudah melihat dengan jelas siapa Budi Waseso dan apa prestasinya," kata Presidium IPW Neta kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (23/2).

Menurut Neta, dari sisi kualitas, kapabilitas dan prestasi Jenderal pemanggul bintang tiga itu memiliki nilai tersendiri. Makanya dia meminta Presiden Jokowi jangan ragu jika ingin mengangkat Buwas menjadi Jaksa Agung.

Neta melihat peluang Buwas memimpin Korps Adhyaksa terbuka. Sebab jabatan jaksa agung bukanlah jabatan karir melainkan jabatan politis yang periodenya sama dengam Kabinet Pemerintah. Selain itu, siapa jaksa agung sangat tergantung dari pilihan presiden.

"Posisi jaksa agung sebelumnya juga pernah diisi pejabat non karir seperti Marsilam Simanjuntak dan Abdurahman Saleh. Jadi jika Buwas, setelah dari BNN dijadikan sebagai Jaksa Agung, bukan sebuah masalah," ujarnya.

Dalam hal ini, kata Neta IPW mendukung jika Presiden Jokowi memilih jenderal yang dulu pernah menangkap seniornya Susno Duadji dalam kasus cicak dan buaya.

"IPW yakin Buwas akan mengukir prestasi gemilang di Kejaksaan. Setidaknya mafia hukum akan dilibas Kasus-kasus yang macet akan didorongnya ke pengadilan. Kasus-kasus korupsi akan disikatnya dari Kejaksaan Agung," pungkas Neta.

Usul agar Jokowi mengangkat Buwas disampaikan Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar Adies Kadir. Dia  kecewa berat dengan kinerja Jaksa Agung HM. Prasetyo yang terkesan mengulur-ulur waktu eksekusi gelombang IV untuk para gembong narkoba terpidana mati yang sudah berkuatan hukum tetap.

Dia meminta Prasetyo dicopot dan menyodorkan Buwas yang akan pensiun dari jabatan kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Maret nanti sebagai penggantinya.

Menurut Adies, kebijakan Prasetyo menulur-ulur eksekusi mati berdampak buruk pada perang melawan narkoba. Akibat kebijakan itu, sindikat internasional tidak takut lagi untuk memasukkan narkoba ke Indonesia. Buktinya, sepanjang Februari ini, ada 2,6 ton sabu diselundupkan ke Indonesia dan berhasil disergap di perairan Kepulauan Riau.

"Jadi, harus berani tegas. Wong kita sekarang berperang lawan narkoba. Coba, berapa lama lagi ini dia janji mau esekekusi. Kita butuh ketegasan Jaksa Agung," ucap politisi Golkar ini, Kamis (22/2).

Adies mengaku tidak mengerti dengan sikap lembek Prasetyo. Padahal, Presiden Joko Widodo sudah dengan tegas menyatakan tidak ada ampun bagi para bandar.

"Apa pula yang dia takuti. Mestinya, Jaksa Agung itu tegas. Kalau sudah inkracht, dihukum mati saja, tunggu apalagi. Kalau tidak bernyali, kita ganti saja Jaksa Agung ini," cetusnya.[jar]

Komentar Pembaca
Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Arus Mudik di ASDP Merak
Pelantikan Kasal

Pelantikan Kasal

KAMIS, 24 MEI 2018 , 02:02:00

Kritik Pengesahan RUU Terorisme

Kritik Pengesahan RUU Terorisme

SABTU, 26 MEI 2018 , 06:01:00