Izin Pemanfaatan Limbah B3 Dianggap Kadaluarsa, WPLH Polisikan SPV

Hukum  SENIN, 19 MARET 2018 , 23:01:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Izin Pemanfaatan Limbah B3 Dianggap Kadaluarsa, WPLH Polisikan SPV

Teddy M Hartawan

RMOLJabar. Ketua Wahana Pemerhati Lingkungan Hidup (WPLH) Republik Indonesia, Teddy M Hartawan melaporkan PT South Pacific Viscose (SPV) ke Polres Purwakarta, Senin (19/3).

Laporan tersebut terkait perizinan pemanfaatan limbah B3, yang dihasilkan pabrik pengolahan serat rayon tersebu. Menurut Teddy SK dari KLHK habis sejak 2016 lalu.

"Kami melaporkan PT SPV, dugan atas pemanfaatan limbah B3 berupa sludge tanpa ijin. Terhitung mulai tahun 2016 sampai Maret 2018," kata Teddy saat ditemui usai melapor, di Mapolres Purwakarta.

Tidak tanggung-tanggung, aktivis lingkungan tersebut menduga perusahaan asing tersebut melanggar sampai lima pasal sekaligus.

Mengacu pada pasal yang ada di UU RI tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. "Dugaan pasal 98, 99, 102, 103 dan pasal 113 Jo 116 dan 119 UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang PPLH," ucapnya.

Bahkan sebelumnya, Teddy sempat mempertanyakan mengenai perizinan pengelolaan limbah B3 di PT SPV yang diduga tidak sesuai dengan prosedur. Pasalnya, perusahaan tersebut diduga memanfaatkan limbah yang seharusnya telah diolah oleh pihak ketiga.

Limbah berupa sludge IPAL dari kegiatan yang dilakukan, digunakan sebagai alternatif bahan bakar di boiler oleh pihak perusahaan.

"Seperti yang telah dilakukan oleh PT SPV yang berlokasi di Desa Cicadas, Kecamatan Babakan Cikao. Prosedur perizinannya patut dipertanyakan kesesuaiannya," ujarnya. [jar]

Komentar Pembaca
Demokrat Akui Main Dua Kaki

Demokrat Akui Main Dua Kaki

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

720 Pengacara Siap Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Siap Bela Rizal Ramli

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Demokrat: Artikel Asia Sentinel Abal-abal

Demokrat: Artikel Asia Sentinel Abal-abal

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00