Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/html/template_header.php on line 40

Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/html/template_header.php on line 41

Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/html/template_header.php on line 42

Pemuda Bandung Barat Ancam Segel KPU

Politik  SABTU, 07 APRIL 2018 , 13:17:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Pemuda Bandung Barat Ancam Segel KPU
RMOLJabar. Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat yang belum maksimal dalam tugasnya menyosialisasikan Penyelenggaraan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 27 Juni 2018, menuai kritik tajam tokoh pemuda di Kabupaten Bandung Barat.

Tokoh pemuda Bandung Barat, Lili Supriatna Hambali menilai sosialisasi yang dilakukan KPU tidak masuk ke akar rumput masyarakat. Sebaliknya pasangan calon justru lebih gencar sosialisasi meski dibatasi aturan ketat.

"Support anggaran jelas tetapi hanya sosialisasi asal-asalan di tingkat Kabupaten, sementara paslon dengan aturan ketat dan keterbatasan anggaran menjangkau masyarakat pelosok," ungkap Lili, Sabtu (7/4).

Menurut dia, betul dengan pernyataan Bupati Bandung Barat Abubakar yang menyatakan sosialisasi KPU hanya formalitas menyerap anggaran, sementara tujuan utama peningkatan partisipasi pemilih diabaikan.

"Mereka (KPU) diberi anggaran besar tetapi harus disadari ada tugas besar didalamnya, sekarang paslon kan terbatas seharusnya KPU lebih terstruktur, terskema dan masif hingga pelosok," ujar Lili yang kini menjabat Ketua KNPI Bandung Barat itu.

Lili menegaskan, jika nanti tingkat partisipasi pemilih dibawah 50 persen di Pilkada 2018, seluruh elemen pemuda di Bandung Barat tak segan bertindak tegas menyegel KPU.

"Anggaran KPU ini bukan untuk Insfrastruktur, tetapi membangun mental demokrasi. Dibawah 50 persen kita segel KPU. Jangan main-main," tegasnya.

Selain KPU, lanjut Lili, kinerja Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) juga tidak tinggal diam melihat kinerja KPU. Panwas seharusnya tidak hanya membuntuti paslon tetapi juga sejauh mana langkah sosialisasi yang dilakukan KPU.

"Saya amati panwas cuma ngikuti paslon, padahal paslon yang selama ini banyak bekerja menyosialisasikan pilkada. Mereka masuk ke daerah terpencil, sedangkan KPU bikin kegiatan seremoni di hotel bintang lima, apakah efektif?," tanya Lili.

Panwaslu, kata Lili memiliki kewenangan untuk mengawasi kinerja KPU, panwas juga harus berterima kasih pada paslon yang telah bekerja lebih keras dibanding KPU.

"Jangan hanya membredel baliho paslon yang justru lebih efektif sebagai alat sosialisasi, lihat juga kinerja KPU apakah sudah maksimal atau tidak. Aturan saat ini kan ketat kepada paslon tetapi tidak diimbangi dengan semangat anggaran KPU," tandasnya. [bon]

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00