Jabat Pj Walikota Cirebon, Dedi Taufik Komitmen Jaga Netralitas ASN

Politik  SENIN, 16 APRIL 2018 , 22:01:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Jabat Pj Walikota Cirebon, Dedi Taufik Komitmen Jaga Netralitas ASN
RMOL. Sejumlah tugas diberikan kepada Pj Walikota Cirebon Dr. Dedi Taufik, M.Si pasca dilantik oleh Gubernur Jawa Barat, khususnya dalam rangka menghadapi pilkada serentak pada bulan Juni 2018.

Pelantikan Dr. H. Dedi Taufik, M.Si sebagai Pj. Walikota Cirebon dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No 131.32.1467 tahun 2018 tentang Pengangkatan Penjabat Walikota Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Pelantikan dilakukan karena Drs. Nashrudin Azis, SH sebagai Walikota Cirebon periode 2013-2018 telah habis masa jabatannya terhitung 16 April 2018. Sesuai dengan UU No 10 tahun 2016 bahwa untuk mengisi kekosongan Bupati atau Walikota, maka bisa diangkat Penjabat Bupati atau Walikota yang berasal dari jabatan pimpinan tinggi pratama sampai dengan pelantikan Bupati atau Walikota terpilih sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya Dr. H. Dedi Taufik, M.Si sendiri sudah menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Cirebon sejak 14 Februari 2018. Ditunjuknya Pjs Walikota Cirebon dikarenakan Drs Nashrudin Azis, Walikota Cirebon mengajukan cuti untuk melakukan kegiatan kampanye karena kembali mencalonkan diri pada pilkada tahun ini.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, meminta agar Penjabat Walikota yang baru dilantik tetap bekerja profesional.

"Terlebih tahun ini merupakan tahun politik," ungkap Aher, panggilan akrab Ahmad Heryawan, Senin (16/4).

Karena itu, Aher pun mewanti-wanti agar tidak boleh ada keberpihakan atau kecenderungan ASN terhadap salah satu pasangan calon yang bisa mempengaruhi kinerja.

"Patuhi arahan Menteri PAN dan RB, patuhi arahan Komisi ASN, patuhi arahan BKD. ASN provinsi harus jadi contoh wajah pemerintahan yang baik dan profesional," imbau Aher.

Dengan adanya contoh yang baik, maka diharapkan akan ada dampak yang baik pula. Diantaranya masyarakat tidak akan apatis kepada pemerintahan bahkan bersedia turut serta menggunakan hak pilihnya pada pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang.

Selain itu Aher pun berpesan agar Penjabat Walikota Cirebon yang baru, bisa mengambil contoh penting yang baik dari pemimpin-pemimpin di kota Cirebon sebelumnya.

"Ada Pak Subardi, Pak Azis dan lainnya. Ambil yang baik, kembangkan terus dan berinovasi," pinta Aher. 

Aher pun memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Walikota sebelumnya, Drs Nashrudin Azis, SH, atas jasa dan pengabdiannya kepada masyarakat kota Cirebon selama periode 2013-2018.

Sementara itu Pj. Walikota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik, M.Si, berkomitmen akan menjadi penjabat Walikota Cirebon hingga terpilihnya Walikota Cirebon yang baru hasil pilkada 2018. "Lebih kurang hingga September," jelas Dedi.

Selama menjalankan tugas sebagai Penjabat Walikota Cirebon, Dedi berjanji akan menjaga netralitas ASN. Terlebih tahun ini merupakan tahun politik.

"Karena sesuai dengan undang-undang, ASN tidak boleh mendukung salah satu pasangan calon, tidak boleh berpolitik," terang Dedi.

Tak hanya itu, Dedi pun akan mengawal dan memfasilitasi penyelenggaraan pilkada serentak tahun ini di kota Cirebon.

"Terutama agar tingkat partisipasi masyarakat untuk memilih naik menjadi 78 persen dari sebelumnya 69 persen," ujarnya.

Ia menambahkan tindakan yang sudah dilakukan saat ini diantaranya dengan melakukan perekaman data KTP elektronik mendekati masyarakat. Dimulai dari tingkat RW yang dilakukan pada malam hari, di sekolah, pasar, mall hingga masjid dan mushola saat pelaksanaan sholat Jumat dan Subuh berjamaah.

"Alhamdulillah saat ini tinggal 16 ribu lagi dan ditargetkan sebelum 27 Juni semua sudah selesai terekam," tandanya. [jar]


Komentar Pembaca
Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Arus Mudik di ASDP Merak
Pelantikan Kasal

Pelantikan Kasal

KAMIS, 24 MEI 2018 , 02:02:00

Kritik Pengesahan RUU Terorisme

Kritik Pengesahan RUU Terorisme

SABTU, 26 MEI 2018 , 06:01:00