TMMD ke-101, Peserta Meubelair Ingin Buka Usaha Baru Bidang Furniture

Ragam  KAMIS, 19 APRIL 2018 , 13:09:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

TMMD ke-101, Peserta Meubelair Ingin Buka Usaha Baru Bidang Furniture
RMOL. Pelatihan meubelair yang diberikan Disnakertrans dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 Kodim 0620/kabupaten Cirebon dianggap mampu meningkatkan perekonomian warga.

"Dengan kegiatan ini bisa nambah ilmu, bisa saling bershillaturahmi dengan TNI-Polri, Aparat pemerintah dan teman-teman pemuda lainnya," ungkap salah seorang peserta Musta'in (36) saat ditemui di halaman belakang balai desa Gembongan Mekar kecamatan Babakan kabupaten Cirebon, Kamis (19/4).

Musta'in pria anak 1 ini merasa senang bisa mengikuti pelatihan meubelair atau furniture dalam program TMMD ke-101 semenjak awal kegiatan, awal bulan April yang lalu. Sekalipun Musta'in memiliki aktivitas sehari-hari sebagai pengajar di Madrasah Diniyyah At-Taqwa, kegiatan pelatihan meubelair bisa diikuti tanpa mengganggu aktivitas rutinitas.

"Kesannnya senang. Saya ikut pelatihan tiap hari Senin-Sabtu. Saya sendiri kalau selesai pelatihan sehari-hari jam 2 siang lanjut mengajar. Konon kegiatan selesai hingga akhir bulan (April). Dan saya akan ikut sampai selesai. Rata-rata teman-teman sudah dapat Ilmu tentang Furniture hampir 70-80 persen dikuasai. Alhamdulillah bisa dijadikan Skill, minimal buat diri sendiri sudah ahli dan bisa berbagi ilmu dengan orang lain," ujarnya.

Di tempat yang sama, Darsono (47) tim ahli (Instruktur) pelatihan meubelair menjelaskan selama pelatihan berlangsung, seluruh peserta dapat mengikuti tahapan demi tahapan. Secara tekhnis, peserta telah menguasai tata cara pembuatan meubelair (furniture).

"Intinya hanya 3 kompetensi dasar, yakni kemampuan menghitung, menggambar dan mengerjakan. Alhamdulillah bisa mengikuti, yang tadinya tidak faham pegang alat, pengukuran, dan lain sebagainya, sekarang bisa," terang Darsono yang juga Assistensi Pegawai Disnakertrans kabupaten Cirebon Abdi Sumbada.

Ia menandaskan, selama memberikan materi dan sekarang masuk tahapan praktek pembuatan, kebanyakan peserta berkeinginan menjadikan keahlian meubelair (furniture) tersebut sebagai nilai tambah perekonomian.

"Saya punya usaha kecil di bidang rotan. Hasil sharing dengan peserta rata-rata ingin gabung (usaha rotan) dan dijadikan usaha kecil dengan sistem marketing secara online," paparnya.

Lebih lanjut Darsono menambahkan beberapa teori yang diajarkan kepada peserta ialah keahlian membuat perlengkapan-perlengkapan rumah, seperti meja, kursi, bupet, rak buku, rak sepatu, rak kabinet untuk map kantor dan sebagainya.

"Urutan kerjanya mulai dari menggambar, menggunting, baru kemudian praktek (pengukuran) setelah itu pemotongan dan penyerutan bahan dan terakhir perakitan," bebernya.

Sebelumnya, Pelda Wawan Rusdiawan Anggota Satgas TMMD ke-101 kepada kantor berita RMOL Jabar menyebutkan jumlah peserta meubelair (furniture) terdiri dari 25 orang pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna desa Gembongan Mekar kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon. [nif]



Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00