Dedi Mulyadi Ajak Generasi Zaman Now Teladani ‘Kartini’ Asal Ciamis

Politik  SABTU, 21 APRIL 2018 , 13:52:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Dedi Mulyadi Ajak Generasi Zaman Now Teladani ‘Kartini’ Asal Ciamis
RMOL. Hembusan angin terasa sejuk berhembus di kawasan Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. Lazimnya suasana di pedesaan, warga desa tersebut tengah bersiap untuk pergi ke sawah garapan mereka. Terlihat hiruk-pikuk yang memecah dingin pagi hari.

Di Kampung Cikole, masih dalam wilayah desa tersebut, tinggal seorang perempuan yang telah udzur dalam usianya. 80 tahun sudah Mak Omah atau akrab disapa Mak Oom menjalani kehidupannya di desa tersebut. Janda tua itu sudah tidak bisa sempurna berdiri, badannya perlahan membungkuk sejak usianya menginjak 70 tahun.

Sayur, sayur, sayur,” suara paraunya menjadi andalan Mak Oom untuk memanggil calon pembeli.

Kesehatan Mak Oom tidak bisa dikatakan baik. Terbukti, suara batuk beberapa kali terdengar, menjadi selingan tawaran untuk membeli sayur yang ia dagangkan. Warga sekitar sudah maklum, saat mendengarnya, pastilah suara itu bersumber dari Mak Oom.

Aya sayuran naon Mak?, kadieu abdi meser. (Ada sayuran apa Mak?, sini saya mau beli),” ucap Wati (39), salah seorang warga.

Seorang pria dengan mengenakan iket Sunda berwarna putih kemudian turut mendekati Mak Oom. Rangkulan kasih sayangnya yang tanpa diduga mengagetkan nenek yang tinggal di rumah yang hampir roboh itu.

Pria itu bernama Dedi Mulyadi, seorang mantan Bupati Purwakarta yang dikenal sering ‘kukurusukan’ atau ‘blusukan’ dalam terminologi lain.

Ya Allah, Emak kaget. Bapak, sareng saha kadieu?. Ieu meni rame. (Bapak dengan siapa ke sini?. Ini ramai sekali),” kata Mak Oom terkaget, Sabtu (21/4).

Dedi Mulyadi kemudian meraih keranjang sayuran milik Mak Oom. Dia memapah sang nenek pelan menuju rumahnya. Hal itu dia lakukan atas permintaan sang nenek yang ingin dirinya melihat kondisi rumahnya yang memprihatinkan.

Selama ini, Mak Oom tinggal bersama saudara perempuannya yang juga sudah berusia lanjut. Tidak ada suami, anak dan handai taulan lain yang membantu kesehariannya menafkahi hidup.

Emak gak punya anak. Dirumah, emak tinggal sama adik emak. Malu sebenarnya, rumah emak sudah mau roboh,” ujarnya.

Benar saja, kondisi rumah tersebut persis seperti keluhan Mak Oom. Spontan, Dedi Mulyadi meminta warga untuk mencari tangga dan meminta bantuan agar rumah tersebut segera dirobohkan. Permintaan tersebut dilatarbelakangi kekhawatirannya karena kapan pun bisa roboh tanpa bisa diprediksi.

Saya mohon warga berswadaya, kasihan Mak Oom. Ini rumah bisa roboh sewaktu-waktu, kita gak tahu kapan, tetapi harus antisipasi,” kata Dedi.

Rumah Mak Oom sendiri berdiri di atas tanah berukuran 3X4 meter dan termasuk ke dalam rumah berjenis semi permanen.

‘Kartini’ Dari Ciamis

Kekaguman Dedi Mulyadi terhadap sang nenek muncul karena dia masih terus bekerja berjualan sayur meski sudah usia lanjut. Dedi menganggap, Mak Oom adalah ‘Kartini’ dari Ciamis karena dia menolak berpangku tangan kepada orang lain.

Dia tidak mau menjadi peminta-minta. Hidup mandiri tauladan bagi kita. Hari ini, Hari Kartini, generasi kita harus meneladani Mak Oom,” katanya.

Perempuan yang mengalami kesulitan hidup di usia senja memang menjadi perhatian Dedi Mulyadi. Saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, dirinya menginisiasi Program Ibu Asuh. Kaum ibu lansia mendapatkan insentif minimal Rp300 ribu per bulan dari anak asuh mereka. [bon]




Komentar Pembaca
Soal Mahar, Sandi Siap Dipanggil Bawaslu

Soal Mahar, Sandi Siap Dipanggil Bawaslu

SELASA, 21 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Menteri Kok Jadi Timses Jokowi?

Menteri Kok Jadi Timses Jokowi?

SELASA, 21 AGUSTUS 2018 , 11:00:00

"Jokowi" Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 19:00:00