Golkar Bandung Jaring Generasi Milenial Untuk Pileg 2019

Politik  JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 06:27:00 WIB | LAPORAN: YUDHA SATRIA

Golkar Bandung Jaring Generasi Milenial Untuk Pileg 2019
RMOL. Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung, Deden Y Hidayat menyatakan strategi untuk menyasar kaum milenial Kota Bandung sudah lebih dulu dilakukan sebelum Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menggelorakan program 4G sebagai strategi utama partai.‎ Salah satu langkahnya adalah merombak kepengurusan partai dengan memberikan posisi bagi politisi muda.

"40 persen pengurus Golkar Kota Bandung anak muda, memang sudah berjalan dan sekarang kita juga sedang menyesuaikan ke 4G dan buat Kota Bandung tidak terlalu sulit karena sudah berjalan," kata Deden di Bandung (26/04).

Deden menuturkan, potensi kaum milenial dinilai cukup signifikan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Dirinya pun mematok target mampu menambah sekitar 39 ribu suara di Kota Bandung baik untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) ataupun Pemilihan Gubernur (Pilgub).

Target tersebut dirasa realistis mengingat keberadaan pemilih pemula masih mencair di Kota Bandung. Dari data yang diperolehnya, hanya sebesar 28 persen warga yang sudah menentukan pilihannya. Sehingga, dia akan meraup sebesar-besarnya dukungan dari 72 persen warga yang masih belum menentukan sikap.

"Di Pileg 2014 kita dapat 131.891 suara dan mendapatkan jatah 11,9 persen kursi di DPRD. Untuk Pilwalkot dan Pilgub ini di Kota Bandung target kita naik 30 persen lagi dari 2014," kata dia.

Deden menuturkan, sesuai arahan dari Airlangga, DPD Partai Golkar Kota Bandung akan segera mendongkrak percepatan pembangunan termasuk di internal partai dengan menggenjot suara milenial melalui program 4G, yakni optimalisasi perubahan dan kemajuan teknologi berbasis digital.

Menurutnya, DPD Partai Golkar Kota Bandung sudah menyiapkan rancangan strategi untuk mengelola kaum milenial yang banyak beraktivitas melalui internet. Namun, tetap tidak meninggalkan langkah konvensional guna memperkuat kader Partai Golkar dari kaum non milenial.

"Media center ada 6 enam program, dan salah staunya adalah di dunia media sosial, memang komunikasi tidak melulu digital tetep ada komunikasi konvensional, karena kondisi real masyarakat," kata dia.

Dipaparkan Deden, program 4G yang diusung para pengurus pusat juga menekankan agar partai lebih terbuka bagi kawula muda. Selain itu, proses penerimaan juga lebih adil dengan mempertimbangkan kualifikasi kaun muda yang mampu berbuat banyak di panggung politik.

"4G membuka peluang bagi generasi muda berkompetuisi lebih santun, sering kalau yang tradisional ada 'unsur'‎ lain, dan sekarang ini lebih terbuka dan fair jadi yang akan mengukur kemampuan dari yang bersangkutan, makanya generasi muda persiapkan,‎" kata dia.

Sementara itu, Dosen dan Peneliti Pusat Studi Reformasi Birokrasi dan Lokal Governance FISIP UNPAD, Yogi Suprayogi Sugandi menerangkan, generasi milenial merupakan investasi sosial untuk partai politik. Bahkan, di beberapa negara, investasi sosial tersebut sudah ditetapkan dan sukses. Untuk itu, Partai Golkar harus bisa menjaring sebanyak-banyaknya generasi milenial.

"Salah satu hentakkan yang dihadapi Golkar adalah di tahun 2030 di mana harus ada energi baru yaitu milenial sebagai investasi jangka panjang," kata dia.

Menurutnya, Partai Golkar harus melakukan pemagangan politik karena dalam pemagangan politik tersebut generasi milenial bisa belajar politik dengan mengikuti kegiatan yang dilakukan para petinggi partai. Misalnya, generasi milenial diajarkan bagaimana cara berorasi serta belajar menjadi politisi yang handal.

"Bisa juga menggunakan media untuk pendidikan politik karena saya yakin itu dapat merangsang orang untuk tidak perlu hadir tapi dengan cukup melihat itu sebagai investasi sosial," kata dia.

Di tempat sama, Direktur Eksekutif Poldata Indonesia, Fajar Arif Budiman mengungkapkan, Partai Golkar bisa tetap bertahan serta kuat karena 'pemilik sahamnya' berasal dari anak-anak muda yang kuat serta berani. Terlebih, Partai Golkar juga sudah merespon hadirnya 86 juta generasi milenial tersebut.

"Yang bisa memahami milenial adalah milenial itu sendiri. Kaum milenial punya perspektif sendiri soal negara. Dan, Airlangga merupakan sosok yang tepat untuk menjangkau keinginan para milenial ini," kata Fajar. [gun]

Komentar Pembaca
Panglima TNI Tiba di Pekanbaru

Panglima TNI Tiba di Pekanbaru

JUM'AT, 20 APRIL 2018 , 12:51:00

Resmikan Sekber Pilpres

Resmikan Sekber Pilpres

SABTU, 28 APRIL 2018 , 03:29:00

Bahas Penantang Terkuat Jokowi

Bahas Penantang Terkuat Jokowi

JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 05:47:00