Permenhub 108 Tak Jelas, Angkutan Konvensional Bakal Mogok

Peristiwa  MINGGU, 06 MEI 2018 , 21:26:00 WIB | LAPORAN: LANNIE RACHMAN

Permenhub 108 Tak Jelas, Angkutan Konvensional Bakal Mogok

ist

RMOL. Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Jawa Barat bakal menggelar aksi mogok mulai Selasa (8/5) hingga Jumat(11/5).

Para sopir angkutan umum termasuk taksi konvensional ini juga akan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan Diponegoro Bandung,

Dalam surat edaran yang diterima redaksi, WAAT Jabar meminta seluruh pengusaha pengemudi angkutan kota se-Jawa Barat untuk berpartisipasi dalam aksi mogok yang digelar lantaran belum adanya realisasi dari Permenhub Nomor 108 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek di Jawa Barat.

"Para pengusaha pengemudi angkutan kota sekarang dalam keadaan pailit akibat keberadaan angkutan sewa khusus (angkutan berbasis online)," kata Sekjen Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi Jawa Barat (WAAT Jabar) Tirta Jaya Wiharman, Minggu (6/5)

Padahal, kata Tirta, para pengusaha pengemudi angkutan kota ataupun taksi konvensional memiliki izin resmi untuk beroperasi. Selama ini, kata dia, di Jawa Barat belum ada pengaturan kuota taksi online di setiap kota/kabupaten.

"Hingga saat ini belum ada legalitas yang jelas terkait angkutan online, belum ada payung hukum, izin tak ada, tapi bisa ambil penumpang seenaknya. Jelas merugikan kami," cetus Tirta.

Rencananya aksi tersebut akan diikuti oleh seluruh sopir taksi konvensional se Bandung raya khususnya, dan umumnya se Jawa Barat, seperti Bluebird, AA, Gemah Ripah (GR), Kota Kembang, Prinkopau, Pusaka. Termasuk trayek lokal Kota Madya, trayek AKDP Cileunyi, Cicaheum, Soreang, Cimahi, Leuwipanjang, Padalarang Banjaran, Tegallega, Ciparay, dan Majalaya.

Para sopir taksi konvensional dan angkutan dilarang beroperasi selama tiga hari tersebut.

"Surat edaran sudah kami sebar ke setiap wilayah bahwa tidak mengoperasikan angkutan dan menjaga kondusifitas di setiap wilayah masing-masing. Yang tidak ikut aksi tidak boleh narik," tandasnya. [nie]



Komentar Pembaca