Graduasi Mandiri PKH, Maya Berhasil Keluar dari Kemiskinan

Sosial  SELASA, 15 MEI 2018 , 19:27:00 WIB | LAPORAN: LANNIE RACHMAN

Graduasi Mandiri PKH, Maya Berhasil Keluar dari Kemiskinan
RMOLJabar. Maya (43 tahun), Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) berhasil keluar (graduasi mandiri) dari kondisi kemiskinan yang telah dirasakan keluarganya selama bertahun-tahun.

"Terima kasih kepada Kementerian Sosial RI yang sudah memberikan bantuan PKH ketika kondisi ekonomi keluarga saya saat itu sedang jatuh," tutur Maya.

Ia mengaku sangat bersyukur telah mendapatkan bantuan PKH. Dirinya juga merasakan bagaimana pendamping selalu memberikan nasihat agar penerima manfaat mampu menjadi keluarga yang mandiri.

"Masih banyak orang lain yang sangat membutuhkan, sedangkan ekonomi saya saat ini sudah cukup sehingga lebih memutuskan untuk mengundurkan diri dari PKH," tambahnya.

Maya mengaku saat tahun 2009, kondisi ekonomi keluarganya sangat mengalami kesulitan.

"Kami tidak punya modal sama sekali untuk usaha dan sering kali ditagih hutang dari pihak bank," ujar Maya.


Maya tinggal bersama suaminya yakni Sardi (48 tahun) serta kedua anaknya yang bernama Windi (21 tahun) sedang kuliah, dan Warsyim (18 tahun) lulus SMK. Mereka tinggal di Jalan Tenggilis RT 05 RW 12 Kelurahan Mustika Jaya Kececamatan Mustika Jaya Kota Bekasi.

Saat ditemui di tempat berdagangnya di kawasan Situ Cibeureum Bekasi, Maya menceritakan bahwa sebelumnya ia hanya berjualan rokok dan kopi sembari menjadi buruh cuci.

Disamping itu, suaminya pun berusaha bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Tambun, Bekasi namun kondisi perekonomian keluarganya tak kunjung membaik.

Berbagai pekerjaan sudah dijalani hingga akhirnya Maya dan Sardi memutuskan untuk fokus bekerja menjual mie ayam di kawasan Situ Cibeureum Bekasi.

Saat itu pendapatannya hanya Rp. 500.000 per bulan dan itu pun tergantung dari keramaian pengunjung.

"Jatuh bangun saya ada di Situ Cibeureum Bekasi, ketika pertama dagang di sini saya hanya berjualan mie ayam dan gerobak pun cuma pinjam," ujar Sardi.

Dengan sebelumnya hanya berjualan mie ayam, Maya dan Sardi memiliki tekad kerja keras serta tidak pernah putus asa. Sesampainya saat ini usahanya telah berkembang dengan menambah berjualan es kelapa serta ikan bakar.

Berkembangnya usaha Maya dan Sardi, pendapatan mereka cukup meningkat dengan memperoleh Rp5 juta sampai dengan Rp10 juta per bulan atau bahkan lebih tergantung dari keramaian pengunjung.

"Alhamdulillah, sekarang karyawan saya ada tiga orang. Setelah mengundurkan diri dari PKH sekarang saya juga sedang membangun ruko dua lantai di dekat rumah untuk usaha," tambah Sardi.

Pekerja Sosial Supervisor PKH Kota Bekasi R. Dika Permatadiraja yang memberikan pendampingan kepada Maya dan keluarganya mengatakan Graduasi Mandiri atau keluar dari kepersertaan PKH secara sukarela, merupakan bentuk kesadaran diri dari Keluarga Penerima Manfaat yang sudah sejahtera.

"Hal tersebut dikarenakan Keluarga Penerima Manfaat mengalami peningkatan ekonomi," tuturnya.

Peran Peksos Supervisor

Sementara itu Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan pada tahun 2018 sebanyak 421 Peksos Supervisi PKH telah direkrut dan ditempatkan di berbagai kabupaten/kota.

Mereka diharapkan dapat mengawal efektifitas PKH sebagai episentrum program-program penanggulangan kemiskinan.

Harry mengatakan Peksos Supervisor memiliki empat peran. Pertama, memastikan proses Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development System (FDS) dapat berlangsung dengan baik.

Indikator keberhasilan P2K2 adalah terjadi perubahan sikap dan perilaku KPM PKH yang akan mengarah pada kemandirian.

Kedua, Manajemen Kasus. Yakni prosedur untuk mengkoordinasikan seluruh pihak, layanan dan atau profesi dalam membantu KPM.

Misalnya jika ditemukan terjadi kekerasan terhadap anak di dalam keluarga, Peksos harus melakukan pendampingan dan pendekatan, bekerja sama dengan pihak terkait seperti pengurus warga setempat, aparat kepolisian, atau Komnas Anak.

Ketiga, Penanganan Pengaduan. Misalnya terjadi keterlambatan pencairan bansos karena persoalan teknis, seorang Peksos Supervisor harus membantu memberikan sosialisasi ke masyarakat bahwa bantuan akan dirapel di pencairan selanjutnya.

Keempat, Media Informasi dan Promosi, yakni mengumpulkan dan menyampaikan kisah sukses KPM PKH kepada publik melalui tulisan, video testimoni KPM, maupun foto-foto yang dapat disampaikan melalui media sosial dan media massa.

Tema sentralnya adalah bagaimana kisah sukses KPM PKH berhasil tergraduasi, anak-anak KPM yang berprestasi, dan kisah kehidupan KPM yang berubah setelah mendapat PKH. Tujuannya untuk menginspirasi sesama KPM untuk mengubah nasibnya dari mismin menjadi tidak miskin lagi.

"Jadi dalam PKH tidak hanya sekedar bagi-bagi bansos. Tapi ada proses yang mengarah kepada perubahan sikap dan perilaku. Tugas Peksos Supervisor adalah mendorong peningkatan produktivitas penerima manfaat, secara simultan bertanggung jawab memastikan akses ke program bansos, harus kreatif dan produktif, untuk meningkatkan taraf kesejahteraan mereka," tandasnya. [nie]


Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00