Sambut Lebaran, Dishub Kuningan Lakukan Persiapan Optimal

Peristiwa  RABU, 16 MEI 2018 , 17:58:00 WIB | LAPORAN: YUDI R SUDIRMAN

Sambut Lebaran, Dishub Kuningan Lakukan Persiapan Optimal

ilustrasi mudik

RMOLJabar. Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H, berbagai persiapan dilakukan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan.

Persiapan dilakukan mulai dari jalur hingga posko pelayanan bagi para pemudik.

Kepala Dishub Kabupaten Kuningan Deni Hamdani menyebutkan, sesuai dengan yang telah disepakati dengan Plt Bupati Kuningan, bahwa kondisi jalur utama dan alternatif diupayakan kodisinya prima saat menghadapi arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 H.

"Plt Bupati Kuningan telah memberikan intruksi, agar pada H-15 kondisi jalan utama dan jalur alternatif wajib prima, artinya tidak ada alasan untuk tidak memperbaiki jalan yang masih mengalami kerusakan, agar para pemudik bisa melaluinya dengan aman dan nyaman," tutur Deni, Rabu (16/5).

Jalur alternatif yang akan dipergunakan pada musim mudik kali ini, menurut Deni, tidak jauh beda dengan tahun tahun sebelumnya, dari Jalaksana ke Ciawigebang yang berlanjut hingga Cidahu dan Kecamatan Waled, Cirebon, lalu ke Jawa Tengah, dari Mandirancan yang berbatasan dengan Cirebon, dan terusannya menuju simpang 3 Caracas, atau melintasi Linggarjati menuju Bojong, juga Bandorasa.

Kemudian, kata Deni, dari jalur Luragung ke arah Cibingbin yang tembusannya menuju Bajarharjo, Brebes, Jawa Tengah, dari Sampora melintasi jalan baru menuju Garatengah, atau disebut lingkar timur Kuningan, dan jalur alternatif lainnya.

Dijelaskan Deni, sepanjang jalur mudik tersebut, juga di obyek obyek wisata akan dibangun posko gabungan, dan pihaknya telah meminta kepada Plt Bupati agar menganjurkan kepada kantor kantor pemerintahan yang berada diperlintasan arus mudik, baik pemerintahan desa atau kecamatan untuk bisa dijadikan sebagai rest area.

"Kami telah meminta kepada pak bupati untuk mengintruksikan kantor pemerintahan yang ada diperlintasan agar bisa menjadi rest area, serta jajaran kesehatan untuk stand bye selama 24 jam, agar bisa melayani masyarakat yang kelelahan, mengalami gangguan kesehatan, atau tersesat saat dalam perjalanan mudik," terangnya.

Dan persiapan kendaraan angkutan mudik, lanjut Deni, mendekati lebaran, atau saat kendaraan tersebut mulai efektif beroperasi melakukan angkutan mudik, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan ram check tes urine bagi para pengendara.

"Ini demi keselamatan semua, baik pengendara itu sendiri, maupun para penumpangnya," tandasnya. [nie]



Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00