Etika Dan Estetika Pengaruhi Cara Pandang Pornografi dan Pornoaksi

Pemerintahan  KAMIS, 17 MEI 2018 , 00:01:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Etika Dan Estetika Pengaruhi Cara Pandang Pornografi dan Pornoaksi
RMOLJabar. Pornografi atau pornoaksi erat kaitannya dengan mindset atau cara pandang dan tradisi atau kebiasaan dalam suatu masyarakat terhadap makna estetika dan etika.

Demikian disampaikan Rohendi S.Ag. M.I.Kom, MA, MUD dalam kegiatan penyuluhan tentang bahaya pornografi dan pornoaksi yang diselenggarakan bidang Kepemudaan, di Aula Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Rabu (16/5).

Berdasarkan beberapa definisi pornografi dapat diartikan sebagai segala bentuk materi baik audio, visual, dan audiovisual yang berada dalam konteks seksual berupa tulisan, gambar, tayangan yang berfokus pada alat kelamin dan perilaku seksual seperti kissing, touching antar lawan jenis maupun sesama jenis untuk keperluan kepuasan atau kesenangan seksual.

Sedangkan pengertian pornoaksi adalah perbuatan mengeksploitasi seksual, kecabulan dan/atau erotika di muka umum maupun melalui sarana seperti media cetak dan elektronik.

"Bagi suatu masyarakat di beberapa daerah, berpakaian bikini dianggap wajar. Tapi bagi kita disini bisa dipandang tidak etis. Estetika atau keindahan selalu erat kaitannya dengan etika yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Dan, etika yang kuat dan bertahan lama selalu disandarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama," ujar Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Purwakarta itu di hadapan puluhan pelajar yang tergabung dalam FOMPA (Forum OSIS MPK Purwakarta).

Menurutnya, Pornografi berkaitan dengan objek atau materi sedangkan pornoaksi berhubungan dengan perbuatan atau aksi. Sesuatu jadi pornoaksi saat dipamerkan di ruang publik, namun jika itu di ruang privat tidak dianggap sama," tandas Dosen dan Ketua Jurusan KPI pada STAI Dr. KHEZ Muttaqien ini.

Sementara Ahmad Arif Imamulhaq selaku Kabid Kepemudaan mengharapkan agar generasi muda mendasarkan pemikiran, sikap dan perilakunya pada norma norma agama yang diyakini dan falsafah Pancasila.

Sebagai upaya pencegahan atas bahaya pornografi maupun pornoaksi, kita bangsa Indonesia yang memiliki falsafah hidup Pancasila dan norma keagamaan yang kuat, hendaknya mendasarkan setiap pemikiran, sikap maupun perilaku sehari-hari pada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

"Dan, kaum muda jangan lupa atau mengabaikan jatidirinya sebagai ahli waris bumi pertiwi. Belajar dan terus belajar serta bangun networking, sibukkan diri dengan berbagai aktivitas positif dan membawa manfaat luas," ujarnya.

Pada kegiatan tersebut, turut hadir Redaktur Pelaksana RMOLJabar, Ibon alias Imron Hidayat sebagai salahsatu narasumber, serta Kepala Seksi Bina Wirausaha Pemuda, Lela Yuliasih, Kasie Kepemimpinan Eman Sunarya, dan staf Bidang Kepemudaan.[bon]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00