Penangkapan Terduga Teroris Di Pelandakan Cirebon, Banyak Warga Tak Mengetahui

Hukum  MINGGU, 20 MEI 2018 , 07:32:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Penangkapan Terduga Teroris Di Pelandakan Cirebon, Banyak Warga Tak Mengetahui

Net

RMOLJabar. Pasca penangkapan terduga teroris inisial S di desa Jemaras Kidul kecamatan Klangenan kabupaten Cirebon, Densus 88 Mabes Polri pun melakukan penangkapan seorang terduga teroris lainnya dengan inisial H.

Penangkapan terhadap terduga teroris H dibenarkan oleh Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy, SH, S.Ik, M.Pict, M.Iss saat dikonfirmasi awak media beberapa hari yang lalu di Mapolresta Ciko. Namun demikian, Kapolres Ciko menyatakan penangkapan H tidak dilakukan dengan cara penggeledahan rumah.

Sehari setelah penangkapan, Wartawan RMOL Jabar mencoba menelusuri lokasi kontrakan (rumah kost) terduga teroris (H) tepatnya di RT 005 RW 007 Pelandakan kota Cirebon.

Sejumlah warga mengaku belum mengetahui secara pasti kebenaran ditangkapnya H. Mereka hanya sebatas mengetahui dari informasi yang beredar. Sarinah istri dari Ketua RT 005 mengemukakan sekalipun terduga tinggal satu RT, mengatakan tidak tahu sama sekali tentang H.

"Coba langsung ke Bu Juju nya saja mas, pemilik kontrakannya. Sebab, sekalipun tinggal di RT yang sama, saya tidak kenal sama sekali," ungkapnya.

Sarinah menyatakan, di kontrakan tersebut memang kerap kali diisi oleh orang yang memiliki kesamaan cara berpakaian, bergaul dan kultur. Biasanya, lanjut Sarinah, kalau pihak aparat setempat (RT ataupun RW) meminta identitas 'KTP' selalu tidak diindahkan.

"Saya juga punya kontrakan. Dulu pernah diisi dengan orang yang seperti itu. Pas dimintai KTP untuk berjaga-jaga, sulitnya minta ampun. Nanti ia malah pindah kontrakan," ujarnya.

Sementara, Runi warga RT 004 pedagang yang tidak jauh dari lokasi kontrakan mengatakan, pihaknya juga mempertanyakan kebenaran informasi ditangkapnya H. Hanya saja Runi merasa aneh lantaran sudah semenjak 3 hari belakangan ini tidak pernah melihat H.

"Sehari-hari jualan Takoyaki, biasanya jualan di daerah Perumnas. Saya juga aneh kok sudah hampir 3 hari belakangan, jarang liat," ujar Runi.

"Kemarin saja, anaknya beli jajan, saya tanya ke anaknya. Abi kemana ? Anaknya malah jawab, sedang keluar kota," ujarnya lagi.

Menurut Runi, sebenarnya H beserta istri dan kedua anaknya sudah lama mengontrak di lokasi tersebut. Hampir 3 tahunan. Dan sebelumnya juga pernah mengontrak di sebelah kontrakan lainnya (tidak jauh dari kontrakan sekarang). "Tapi karena mungkin kurang nyaman, jadi pindah ke situ," kata Runi.

Senada dengan Sarinah, Runi pun mengatakan memang betul rumah kontrakan tersebut acap kali diisi oleh penghuni yang memiliki ciri-ciri yang sama.

Sebelumnya, kata Runi, pernah juga ada yang mengontrak tapi tidak pernah diketahui sama sekali siapa suaminya. Giliran suaminya datang, kemudian langsung pindah ke Solo. "Mau kemana nak ? Ia jawab : mau ke Solo," tanya Runi kepada salah seorang yang ngontrak sebelumnya.

Terduga H, berdasarkan keterangan Runi, memiliki 2 orang anak, lelaki dan perempuan. Anak pertama lelaki usia sekitar 7 tahun, anak kedua perempuan sekitar 2 tahun. Terduga H tinggal di rumah kontrakan bersama istri dan kedua anaknya.

"Dia sebenarnya supel, kadang suka ngobrol-ngobrol dengan teman-temannya di depan warung ibu. Habis gimana lagi, kasihan, suka ngobrol-ngobrol dengan teman-temannya dipinggir jalan," tuturnya.

Kendati demikian, Runi mengaku tidak mengetahui betul nama sebenarnya terduga teroris H. Sekalipun sudah lama mengontrak, suka membeli sesuatu di warung, Runi tidak mengetahui identitas lengkapnya lantaran sikap ekslusivitasnya itu. Menurut taksiran Runi, usianya sekitar antara 40-45 tahunan.

Untuk diketahui, sebelumnya telah dilakukan penangkapan terduga teroris S di hari yang sama (atau selang sehari) di kabupaten Cirebon, sebagai diberitakan RMOL Jabar pada Kamis 17 Mei 2018 yang lalu. [jar]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00