Kehadiran Jokowi Di Kuningan Sisakan Tangisan Warga Kawungsari

Peristiwa  SABTU, 26 MEI 2018 , 03:46:00 WIB | LAPORAN: YUDI R SUDIRMAN

Kehadiran Jokowi Di Kuningan Sisakan Tangisan Warga Kawungsari
RMOLJabar. Kehadiran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Kabupaten Kuningan, terutama saat meninjau pelaksanaan pembangunan Waduk Cileuweung menyisakan kesedihan dan tangisan warga Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, salah satu desa yang akan tergenangi air waduk tersebut.

Seperti diungkapkan Murdiono, salah satu warga Desa Kawungsari, bahwa awalnya dia beserta seluruh masyarakat desanya ingin memanfaatkan kehadiran orang nomor 1 di Indonesia tersebut untuk menyampaikan keluhan mereka, seputar belum jelasnya ganti rugi lahan, juga pelaksanaan relokasi.

"Sayangnya, jangankan untuk bisa bertemu, atau berdialog, kami baru berjajar di tepi jalan dengan membentangkan spanduk ucapan selamat datang, serta yang berisikan keluh kesah kami saja, kami sudah dihalau aparat keamanan, bahkan hingga terjadi adu mulut,” ungkap Murdiono.

Padahal, kata Murdiono, warga sangat menginginkan presiden mengetahui, jika warga Kawungsari yang berjumlah 399 kepala keluarga (Kk) hingga saat ini belum menerima uang pergantian lahan, serta warga masih belum mengetahui kapan akan direlokasi ke Desa Tanjungkerta, sedangkan pembangunan waduk sudah mencapai 75% selesai.

"Dari awal pembangunan waduk sekitar tahun 2012 hingga saat ini kami terus dipermainkan, uang pengganti lahan belum dibayarkan sama sekali pada kami, pemindahan warga ke lokasi baru, atau relokasi ke Tanjungkerta hingga saat ini belum jelas kapan dilaksanakannya, sedangkan pembangunan waduk terus berjalan, dan mau selesai, apa kami semua, warga Kawungsari akan menjadi tumbal, ditenggelamkan didalam waduk?" ujarnya.

Hal itu dibenarkan Amung Haryanto, aktivis lingkungan hidup Kabupaten Kuningan, bahwa warga mengalami kesulitan untuk menemui Jokowi, akibat ketatnya penjagaan dari aparat keamanan, juga dari Paspampres. Bahkan, jangankan untuk masuk dan bertemu presiden, saat berjajar dipinggir jalan sambil membentakan spanduk keluh kesah mereka saja, tidak diperbolehkan.

Sementara, lanjut Amung, sebenarnya presiden harus mengetahui kebenaran yang terjadi di lapangan, kepedihan yang dialami warga terdampak pembangunan bendungan di Desa Kawungsari, akibat belum adanya pembayaran penggantian lahan, juga belum adanya kesiapan pemerintah secara maksimal terhadap plot lahan relokasi.

"Untuk warga Kawungsari kan yang akan dilakukan adalah bedol desa, dan itu harus disegerakan, karena kalau tidak, meskipun ada dana desa juga percuma, mau dipakai membangun apa, orang desa tersebut mau ditenggelamkan kok. Jadi, jika Jokowi tahu hal ini, minimalnya bisa mengingatkan agar pihak pemerintah daerah tegas dalam menyikapi permasalahan ini,” tandasnya.[gun]

Komentar Pembaca
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Oded Buka Road Show Senam 2018

Oded Buka Road Show Senam 2018

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 09:21:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 09:50:00