Kemendikbud Beri Sertifikat Untuk SMK TI Pembangunan Cimahi

Pendidikan  RABU, 06 JUNI 2018 , 04:29:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Kemendikbud Beri Sertifikat Untuk SMK TI Pembangunan Cimahi
RMOLJabar. Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud dan The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) menyerahkan sertifikat penghargaan kepada kepala sekolah, guru, dan siswa program pendidikan kewirausahaan.

Sertifikat elektronik diberikan kepada sekolah karena sebanyak 7,66% siswanya (dari 399 siswa peserta program kewirausahaan) mencapai omzet minimal sebesar Rp5 juta/bulan dalam satu semester.

Direktur SEAMEO Secretariat menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Kepala Sekolah, Guru Pembimbing, serta 26 siswa SMK Teknologi Industri (TI) Pembangunan Cimahi yang menjadi percontohan program kewirausahaan.

"Di awal saya membuat kontrak belajar dengan siswa. Mereka kalau tidak mencapai omzet minimal 500rb di akhir semester, nilainya ditunda," ujar guru pembimbing Program Kewirausahaan SMK TI Pembangunan Cimahi,  Tresi Tiara Intania Fatimah.

Dikatakannya, itu adalah trik agar siswa mau mengubah pola pikir dan mengatasi berbagai halangan yang ada di dalam dirinya untuk berwirausaha.

"Bisnis itu kan yang paling penting sikap mental. Kemudian keterampilan menjual dan marketing," ujar Tresi Kepada RMOLJabar.

Tresi mengungkapkan, program SPW sangat baik untuk menumbuhkan wirausaha muda. Baginya, program ini sangat strategis untuk mengubah pola pikir guru kewirausahaan dan kepala sekolah yang masih meremehkan kewirausahaan.

"Saya senang, sekarang di Permendikbud tentang beban kerja guru disebutkan bahwa kepala sekolah punya tugas mengembangkan kewirausahaan," ungkapnya.

Mendatang ia berharap agar rekan-rekan pengajar kewirausahaan dapat memahami potensi siswanya dan mau terus mengembangkan diri. Pola pikir wirausaha harus dibentuk dengan literasi yang baik dan keberanian melakukan terobosan. Ia menyoroti guru kewirausahaan yang seringkali tidak mengetahui bahwa muridnya sudah berbisnis atau memiliki bisnis. Banyak pula guru kewirausahaan yang senang berada di 'zona nyaman', mengajar dengan referensi yang sudah usang dan tidak mendorong ketertarikan peserta didik.

"Vokasi, terutama kewirausahaan itu 'kan 70% praktik, sisanya teori. Kalau murid itu sudah praktik, jauh lebih gampang untuk memberikan pemahaman teorinya," pungkas Tresi. [gun]

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno