Jelang 27 Juni, Elektabilitas Yossi - Aries Unggul Telak

Politik  JUM'AT, 08 JUNI 2018 , 22:38:00 WIB | LAPORAN: ALDI FERDIAN

Jelang 27 Juni, Elektabilitas Yossi - Aries Unggul Telak
RMOL. Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Yossi Irianto - Aries Supriatna meraih predikat tertinggi dalam hal keterpilihan (elektabilitas) dibandingkan dua pasangan lainnya.

Paslon nomor urut 2 ini paling diinginkan warga Kota Bandung sebagai calon wali kota dan wakil wali kota dengan prosentase 38,2 persen.

Survei yang digelar Indodata periode Mei 2018 ini, keunggulan pasangan dengan tagline Hebring (Hebat Ringkas) itu jauh meninggalkan paslon Oded M Danial yanv meraih 29,3 persen.

Sedangkan paslon Nurul Arifin - Chairul Yaqin Hidayat harus puas diurutan terakhir dengan raihan elektabilitas 27,8 persen. Pasangan nomor urut 1 ini hanya terpaut sedikit dari paslon nomor urut 3 yang diusung PKS dan Gerindra.

Sebelumnya, Indodata juga telah melakukan dua kali survei terkait Pilkada Bandung. pada survei Februari 2018, hasilnya pasangan Yossi - Aries mendapatkan 35,2 persen, sementara Oded - Yana berada di posisi kedua dengan 33,9 persen, dan Nurul - Chairul di posisi ketiga 18,2 persen.

Selanjutnya, survei kedua Indodata pada April 2018. Hasilnya pasangan Oded - Yana mulai mendekati pasangan Yossi - Aris dengan selisih tipis. Pada survei kedua itu, Oded-Yana meraih 35,4 persen dan Yossi-Aris 37,7 persen. Sementara Nurul - Chairul masih di posisi ketiga dengan 19,7 persen.

Direktue Eksekutif Indodata, Danis T Saputra mengatakan, paslon nomor 2 akan sulit dikejar oleh dua kompetitornya mengingat Wali Kota Bandung non aktif, Ridwan Kamil (Emil) melabuhkan dukungannya pada Yossi - Aries.

"Pemilih Emil mulai mengidentifikasikan diri dan mengalihkan pilihannya kepada Yossi dan Aries. Emil mampu mengkapitalisasi suaranya di Kota Bandung dan mengalihkan suaranya kepada pasangan ini'' kata Danis di Jalan Citarum, Bandung, Jumat (8/6).

Selain itu, salah satu faktor perubahan yang cukup drastis dalam hasil survei tersebut yakni adanya permainan isu. Dalam hal ini, kata Danis, PKS sedang gencar terkena isu radikalisme. PKS juga diisukan tidak mengakomodir kearifan lokal, dan lemahnya kepuasan publik terhadap jawaban pada saat debat kandidat.

"Jadi peningkatan suara Nurul - Chairul itu bukan dari Yossi - Aries tapi dari Oded - Yana, yang beralih mendukung ke Nurul. Persepsi masyarakat bergoyang oleh berbagai isu yang menerpa PKS. Masyarakat Kota Bandung mereka tinjau ulang pilihannya sehingga terjadilah pola elektabilitas seperti ini," jelas Danis.

Sementara itu, lanjut Danis, disaat paslon Oded - Yana melemah, pasangan Nuruli justru berpeluang menguat penggantikan posisi di urutan kedua hasil survei. Faktornya karena penokohan Ruli sebagai cucu Tjokroaminoto, pengaruh image Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai pemimpin yang sukses, dan merangkul aktivis ramah lingkungan.

"Kalau pasangan Yossi - Aries berpeluang menguat menjadi 40 - 60 persen karena dipengaruhi dukungan Ridwan Kamil sebagai wali kota sebelumnya, juga karena incumbent yang dianggap berpengalaman, memiliki program yang dilaksanakan dan merangkul semua kalangan," ucapnya.

Dengan demikian, ia memprediksi pasangan Yossi - Aries adalah pasangan yang berpeluang besar menjadi Wali Kota Bandung pada Pilwalkot 27 Juni mendatang. Alasannya, kepercayaan publik terhadap tokoh dari pemerintahan dan dukungan Ridwan Kamil menjadi daya dorong bagi elektabilitas pasangan Hebring.

Sementara posisi kedua diperebutkan oleh pasangan Nurul - Chairul dan pasangan Oded - Yana. Keadaan ini terjadi karena semakin baiknya pencitraan pasangan Nurul - Chairul di tengah masyarakat Kota Bandung, sedang pencitraan Oded - Yana makin melemah.

"Tapi pergerakannya akan tetap berbubah sampai 27 Juni nanti. Berdasarkan survei tersebut, bisa terlihat masyarakat sudah mulai move on menemukan pengganti yang layak dari Ridwan Kamil," pungkasnya.

Surei Indodata menggunakan metode Mix Method, yakni menggabungkan informasi data terbuka dan informasi data tertutup.

Metode campuran ini, pada survei Februari melibatkan 1241 responden dan margin error 2,78 persen. Selanjutnya April 2018 dengan 1241 responden dan margin error 2,78 persen. Sementara survei Mei dengan 1241 responden dan margin error 2,78 persen.

Kemudian, penelitian dilanjutkan dengan penelitian kualitatif pada Juni 2018 dengan melakukan analisa terhadap isu media dan wawancara masyarakat yang dilakukan secara purposive. [jar]

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno