Selfi LIDA Rindukan Ramadan dan Idul Fitri Di Kampung Halaman

Sosial  MINGGU, 10 JUNI 2018 , 15:59:00 WIB | LAPORAN: LANNIE RACHMAN

Selfi LIDA Rindukan Ramadan dan Idul Fitri Di Kampung Halaman

Pemegang juara pertama Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2018 ini merindukan kampung halaman dan suasana kumpul keluarga yang tidak ia temui di ibukota Jakarta.

"Dulu bisa sahur dan buka puasa bersama ayah ibu dan adik-adik. Sekarang menjalani puasa di rantau orang, di Jakarta yang jauh dari orang tua dan keluarga," katanya saat ditemui disela-sela persiapannya tampil di salah satu stasiun televisi di Jakarta, baru-baru ini.

Gadis mungil asal Kabupaten Sopeng, Sulawesi Selatan ini mengaku banyak hal berubah saat ia terpilih menjadi juara LIDA. Ia harus tinggal dan meniti karir di Jakarta meninggalkan kampung halaman, teman-teman dan keluarganya.

"Yang paling dirindukan dari momen Ramadan adalah masakan buatan ibu dan ngabuburit sama keluarga naik bentor berburu takjil di pasar dekat rumah," katanya dengan mata menerawang.

Saat Lebaran tiba, lanjutnya, ada tradisi yang selalu diingatnya yakni menyiapkan makanan untuk saudara yang berkunjung ke rumah, lalu bersama-sama berziarah ke makam annggota keluarga yang telah meninggal.

"Saat keluarga besar berkumpul biasanya kami bertukar cerita dan mengenang masa kecil. Canda tawa dan cerita-cerita itu yang selalu bikin kangen pulang," tutur sulung dari tiga bersaudara ini.

Selfi adalah anak dari pasangan Yamma dan Muliati. Mereka hidup sederhana di sebuah rumah panggung di pinggir jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Soppeng dengan Kabupaten Wajo. Rumah berukuran 6x8 meterini status kepemilikannya masih milik orang tua dari Muliati dan berdiri diatas tanah milik pemerintah. Keluarga ini dikaruniai 3 anak yaitu Selfiyani (18 tahun), Sulfiyanti (15 tahun) dan Saiful Saputra (5 tahun).

Yamma sebagai kepala keluarga berpenghasilan tidak menentu. Ia sehari-hari bekerja sebagai penarik bentor (becak motor) dan buruh penebang pohon pisang pada sebuah usaha tembakau milik tetangganya. Muliati membantu meringankan beban keluarganya dengan bekerja sebagai buruh tukang cuci. Perempuan berkerudung ini adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Selfi adalah anak berprestasi dibidang seni khususnya seni olah vokal. Ia pernah menjadi Juara 1 Festival Lagu Bugis Se BOSOWA Tahun 2011, Juara 2 Pencarian Raja dan Ratu Dangdut Se-Sulawesi Tahun 2017, Juara 1 Festival Lagu Daerah Kategori Wanita Tahun 2017, dan Finalis Liga Dangdut Indonesia Indosiar.

Namun Selfi berhenti sekolah hingga lulus kelas 3 SMP karena tidak mampu lagi melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMA. Londisi ekonomi keluarga yang sangat pas-pasan menjadi penyebabnya.

Sejak putus sekolah ia membantu meringankan beban keluarga dengan aktif sebagai penyanyi dari panggung ke panggung. Jika Selfi mendapat pekerjaan menyanyi, ayahnya mengantar menggunakan bentor sekaligus mendampinginya.

Sejak kecil Selfi sudah menunjukkan bakat menyanyi dengan mengikuti berbagai lomba bernyanyi lagu daerah maupun lagu dangdut, mulai tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi.

Berbekal pengalaman berkompetisi itulah, dia berkeinginan untuk mengolah dan mengasah bakat menyanyinya dengan mengikuti ajang pencarian bakat Liga Dangdut Indonesia yang diselenggarakan oleh stasiun televisi Indosiar.

Selfi kemudian mengikuti audisi yang dilaksanakan di Makassar dan berhasil lolos ke Jakarta bersama 5 perwakilan dari Sulawesi Selatan. Dari 5 perwakilan tersebut Selfi berhasil menyisihkan kompetitornya dan meraih gelar juara provinsi Sulawesi Selatan yang selanjutnya akan berkompetisi lagi dengan juara dari masing-masing provinsi di seluruh Indonesia. Kompetisi semakin ketat saat Selfi mulai melejit hingga ke babak final dan akhirnya keluar sebagai juara.

"Ini berkah yang luar biasa dalam hidup Selfi. Kalau dulu nyanyi di panggung kecil, sekarang tidak menyangka bisa tampil di panggung yang besar di Indosiar. Dulu Selfi anak rumahan dna jarang bersosialisasi, sekarang dapat teman-teman baru dan punya kesempatan mendapat bimbingan dari orang-orang hebat di bidang nyanyi," terangnya.

Ditanya cita-cita dan impiannya yang ingin diwujudkan, Selfi mengaku ingin sekolah lagi. Ia berencana mengambil sekolah kejar paket setara SMA sehingga kelak bisa melanjutkan ke jenjang kuliah.

"Sekarang baru terasa akibatnya kalau tidak punya pendidikan, wawasan jadi _nggak luwes._ Jadi Inshaa Allah akan lanjut lagi sekolah," katanya.

Sementara itu Direktur Jenderal Perlindungan Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat mengatakan prestasi yang ditorehkan Selfi diharapkan dapat memotivasi para keluarga penerima manfaat PKH agar terus memupuk mimpi dan mewujudkannya.

"Dengan ketekunan, doa, dan semangat yang terus berkobar dalam hati Inshaa Allah setiap usaha akan sampai," katanya Dirjen.

Kementerian Sosial, lanjutnya, juga terus berupaya mencari anak-anak berprestasi dari KPM PKH. Tujuannya agar menginspirasi keluarga yang lain untuk mengukir prestasi juga. Pada Juli tahun ini, pihaknya akan  mengundang anak-anak berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia untuk hadir dalam acara Gebyar Anak Berprestasi di Jakarta yang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan juga Menteri Sosial Idrus Marham, anak-anak harus mendapatkan layanan pendidikan yang baik. PKH mendorong peningkatan pencapaian pendidikan dan mengurangi angka putus sekolah. Jika Selfi telah berkemauan kuat untuk melanjutkan sekolah, itu adalah pikiran yang sangat maju dan harus kita dukung," paparnya.

Ditambahkan Harry, capaian Selfi ini menjadi prospek yang cerah untuk mengangkat status sosial ekonomi keluarga Selfi dan Rara menjadi KPM PKH Graduasi Sejahtera Mandiri.

Graduasi Mandiri adalah keluar dari kepersertaan PKH secara sukarela, yang merupakan bentuk kesadaran diri dari Keluarga Penerima Manfaat yang sudah sejahtera. Hal tersebut dikarenakan KPM mengalami peningkatan ekonomi.

Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2018, PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluaga dan atau seseorang yang miskin dan rentan miskin, yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin. Datanya diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial dan ditetapkan sebagai KPM PKH.

Adapun tujuan Program Keluarga Harapan (PKH), di antaranya meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan social, mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin, menciptakan kemandirian bagi keluarga penerima manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, serta mengenalkan produk dan jasa keuangan formal kepada KPM.

PKH pun menjadi program prioritas nasional karena mempunyai dampak langsung yang signifikan terhadap pengurangan kemiskinan dan kesenjangan dengan meningkatkan daya beli masyarakat yang kurang mampu melalui bantuan sosial non tunai yang diberikan.

PKH juga terbukti menjadi program bantuan sosial yang mendorong kreativitas keluarga dalam meningkatkan produktivitasnya serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam keluarga melalui akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. [nie]



Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00