Pilwalkot Kota Bandung Mulai Memanas

Politik  RABU, 13 JUNI 2018 , 18:56:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

RMOLJabar. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak bisa dihitung tinggal beberapa minggu lagi, gejolak politik menjelang pemungutan suara pun kian panas.
Contohnya saja, beberapa hari lalu Pasangan Calon (Paslon) Nurul Qomariah Ariffin dan Chairul Yaqin Hidayat yang melaporkan tindakan money politik dari pasangan calon nomor urut dua Yossi Irianto dan Aries Supriatna.

Melihat dari kejadian tersebut nyatanya, semua paslon walikota Bandung memiliki treck record yang serupa, seperti Oded M. Danial dan Yana Mulyana pernah diduga membuat pelanggaran terkait Kampanye di ranah pendidikan.

Kemudian pasangan Yosi Irianto dan Aris Supriatna pasangan nomor urut dua juga dilaporkan membagikan amplop berisi uang Rp 30.000 dengan diselipi photo untuk mencoblos nomor urut dua.

Komisioner, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandung, Zacky M. Zam Zam menjelaskan, sampai saat ini laporan terhadap pelanggaran nomor urut dua oleh paslon nomor urut satu sudah masuk dalam laporan. Berdasarkan laporan Panwas Kota Bandung akan mempelajari terlebih dahulu.

"Memang benar sudah ada laporan dari paslon nomor urut satu sore tadi, untuk dugaan money politik dengan bukti amplop dan foto paslon untuk mencoblos," ucapnya saat dihubungi RMOLJabar, Kota Bandung, Rabu, (13/6).

Sedangkan, Nurul Arifin dan Chairul Yaqin Hidayat, juga pernah mendapat kasus serupa meski tidak membawa nama Paslon walikota dan juga pernah terdapat anak usia dibawa umur dalam kampanyenya di Babakan Ciparay, namun nurul berdalih dikarenakan lokasi acara yang tidak memungkinkan untuk menetralisir anak-anak dan meminta pihak Panwaslu untuk menyediakan ruang khusus bagi anak-anak.

Zacky mengungkapkan salah satu kader dari partai pendukung salah paslon nomor urut satu melakukan money politik berbentuk beras, diduga oknum tersebut akan mencalonkan sebagai anggota Legislatif.

"Namun kasus tersebut tidak bisa dilanjutkan ke ranah paslon nomor satu, untuk tingkat pidana memang ada," ungkapnya

Lebih lanjut, besar kemungkinan untuk kasus dugaan nomor satu kepada nomor dua akan menghadirkan saksi pada H-1 lebaran dan kemungkinan akan diputuskan setalah lima hari berikutnya.

Selanjutnya Zacky menambahkan, pelaporan dari tim Nurul baru diproses hari ini karena seharusnya tim Nurul langsung melapor kepada Panwaslu di sentra Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu), mengingat pelaporan secara resmi itu hanya ada di Gakumdu, tetapi pada waktu itu melaporkannya ke panwascam atau pengawas kecamatan.

"Setelah melaporkan kami baru bisa memproses, semua dugaan-dugaan tersebut," pungkasnya. [nie]

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno