Tokoh Muhammadiyah Cirebon Diabadikan Menjadi Nama Gedung FILKES UMC

Ragam  SABTU, 16 JUNI 2018 , 15:01:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Tokoh Muhammadiyah Cirebon Diabadikan Menjadi Nama Gedung FILKES UMC
RMOLJabar. Salah satu nama tokoh Muhammadiyah Cirebon kembali dikenang. Alm. KH. Zaenal Masduki, setelah kenamaan melalui buku karya tulisnya yang berjudul 'Tata Cara Shalat', nama tersebut diabadikan menjadi nama gedung FILKES Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC).

Buku Alm. KH. Zaenal Masduki, hingga kini masih digunakan sebagai bahan ajar dalam kurikulum di semua tingkatan atau satuan pendidikan, baik SD, SMP maupun SMA/SMK di lingkungan perguruan Muhammadiyah se-Indonesia.

Kini, nama Alm KH. Zaenal Masduki diabadikan menjadi nama gedung FILKES UMC 2.

Rektor UMC Prof. Dr. H. Khaerul Wahidin, M.Ag saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan, pemberian nama gedung FILKES UMC 2 dengan KH. Zaenal Masduki merupakan tanda kehormatan atas jasa-jasa dan ketokohannya.

"Ya dilihat dari ketokohannya. Pak Zaenal Masduki itu kan tokoh Muhammadiyah Cirebon yang legendaris. Sementara di saat-saat kering dan gersang, tokoh itu ada kita tampilkan," ungkap Prof. Dr. H. Khaerul Wahidin, M.Ag melalui sambungan ponsel, Sabtu (16/6).

Selain itu, lanjut Ia, diabadikannya nama KH. Zaenal Masduki menjadi nama gedung FILKES UMC 2 untuk memberikan inspirasi kepada civitas akademika khususnya, dan warga atau kader Muhammadiyah Cirebon pada umumnya. Ia mengingatkan, pemberian nama tersebut sudah berdasarkan hasil rapat dan bukan dalam maksud pengkultusan.

"Sejak awal Pak Zaenal Masduki kan khitmatnya cukup, dari mulai ketua PDM sampai Pimpinan Wilayah. (Beliau adalah sosok) rajin, sederhana, kerja keras dan gigih untuk menyebarluaskan dakwah," terangnya.

Rektor UMC menambahkan, pemberian nama itu sudah berdasarkan kolektif koligial antar pejabat struktural UMC. Dan sosok KH. Zaenal Masduki tersohor dengan pengabdiannya yang tulus, ikhlas serta original.

"Nama itu kan tentu ada. Kalau dilihat dari sisi originalnya jadi menghidupkan amal usaha tidak bisa datang belakangan tapi harus dari bawah dan terus. Supaya warga Muhammadiyah dalam bermuhammadiyah itu harus sampai menjadi seseorang yang legendaris," tambahnya.

Sebagai contoh, kata Khaerul Wahidin, di UM Surakarta ada gedung diberi nama AR Fachrudin, sementara di Kuningan juga ada nama gedung Malik Fajar.

"Dan anak-anak muda harus begitu menghormati orang tua. Dan menghormatinya dengan cara memberi penghormatan memberikan nama," menurut Khaerul Wahidin

Sementara, tadi pagi salah seorang putra Alm KH. Zaenal Masduki yang kini menjabat sebagai Ketua Umum STAI Cirebon Dr. Ahmad Dahlan, M.Ag mengirimkan sebuah foto kepada RMOLJabar.

Dr. Ahmad Dahlan, M.Ag selaku Ketua PD Muhammadiyah kabupaten Cirebon turut apresiasi atas pemberian nama tersebut. Ia bersama Ibu (istri Alm KH. Zaenal Masduki), Istri dan anak-anaknya menyempatkan diri berkunjung ke gedung dan foto bersama di depannya. [gun]

Komentar Pembaca
Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Arus Mudik di ASDP Merak
Pelantikan Kasal

Pelantikan Kasal

KAMIS, 24 MEI 2018 , 02:02:00

Kritik Pengesahan RUU Terorisme

Kritik Pengesahan RUU Terorisme

SABTU, 26 MEI 2018 , 06:01:00