Jutirat Jadi Tagline Divisi Tekhnis KPU Jabar

Politik  SABTU, 23 JUNI 2018 , 01:01:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Jutirat Jadi Tagline Divisi Tekhnis KPU Jabar
RMOLJabar. Menjadi penyelenggara pemilu bukan sesuatu yang main-main. Disamping terikat sumpah jabatan, penyelenggara pemilu pun harus bisa mengikuti kode etik dan perundang-undangan yang berlaku.

Hal itu dikemukakan Ketua KPU kota Cirebon Emirzal Hamdani saat sambutan di acara Bimbingan Tekhnis Terpadu dan Penghitungan Suara serta Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Walikota dan Wakil Walikota Cirebon di Ballroom Ciremai Swiss-BellHotel Cirebon, Jumat (22/6).

Emir menjelaskan, pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 KPU Jawa Barat melalui Divisi Tekhnis memiliki tagline khusus dalam menjalankan agenda kepemiluan. Istilah tersebut, sebut Emir, dikenal dengan tagline 'Jutirat', yakni Jujur-Teliti-Akurat.

"Ada istilah Jutirat, Jujur, Teliti dan Akurat. Ini tagline Divisi Tekhnis, karena yang membuat Divisi Tekhnis KPU Jawa Barat, Pak H. Endun (Endun Abdul Haq), namanya Jutirat," ungkap Emir.

Makna Jujur, kata Emir, difahami sebagai suatu keharusan. Tidak boleh ada manipulasi, baik data maupun informasi. Jujur mengelola data, sudah harga mati bagi penyelenggara pemilu.

"(Kebenarannya) harus 100 persen. Jujur inilah yang diminta masyarakat, jujur inilah yang diminta partai politik, jujur inilah yang diminta pasangan calon," cetus Emir penuh semangat.

Selanjutnya ialah teliti. Ditegaskan Emir, dalam menjalankan tugas, para penyelenggara pemilu mulai dari KPU, PPK, PPS hingga ke KPPS dihadapi angka-angka. Maka, kata Ia, ketelitian menulis angka harus cermat dan tepat.

"Ini karena teman-teman semua akan bermain dengan angka. Harus hati-hati, (harus) dengan teliti. Angka 1 tambah 0 jadi 10, 10 tambah 0 jadi 100," tegasnya.

Kembali Emir mengingatkan, ketelitian juga sangat mempengaruhi hasil kinerja penyelenggara. Oleh karenanya, wajib teliti dalam bekerja, teliti dalam mengisi formulir C6 dan seterusnya.

Terakhir, lanjut Emir, yaitu akurat. Akurasi dalam merekap hasil pemungutan suara menjadi tolak ukur keberhasilan kinerja penyelenggara. Dan itu, terang Emir, harus diawali dari penyelenggara pemilu paling dasar (ujung tombak) yang langsung bersentuhan dengan masyarakat pemilih.

"Terakhir akurat. Memastikan kegiatan, laporan dan penelitian adalah benar-benar hasil pelaksanaan P2S (Pemungutan dan Penghitungan Suara)," ucapnya.

Tigline Divisi Tekhnis KPU Jawa Barat ini, menurut Emir, sepintas kelihatan sangat mudah dan simpel. Tapi berat dalam praktiknya. "Simpel kedengarannya, mudah mengucapkannya, tapi sulit melaksanakannya," tandasnya.[gun]

Komentar Pembaca
Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Arus Mudik di ASDP Merak
Pelantikan Kasal

Pelantikan Kasal

KAMIS, 24 MEI 2018 , 02:02:00

Kritik Pengesahan RUU Terorisme

Kritik Pengesahan RUU Terorisme

SABTU, 26 MEI 2018 , 06:01:00