Pilkada Serentak, BEM Unila Monolog 12 Jam Soal Politik Uang Di Depan Bawaslu RI

Politik  SABTU, 23 JUNI 2018 , 11:17:00 WIB | LAPORAN: IMRON HIDAYAT

Pilkada Serentak, BEM Unila Monolog 12 Jam Soal Politik Uang Di Depan Bawaslu RI

net

RMOLJabar. Menjelang pilkada serentak, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM Unila) monolog 12 jam soal politik uang di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Senin (25/6/18).

Presiden BEM Unila Fauzul Adzim monolog H-2 jelang Pilkada Serentak 2018 di 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota bertujuan menyampaikan tujuh hal kepada Bawaslu RI.

1. Protes kepada Bawaslu pusat Republik Indonesia terhadap kinerjanya secara umum yang jauh dari harapan menciptkan nilai-nilai demokrasi yang sesungguhnya.

2. Momentum Pilkada serentak 2018 yang diikuti 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota harus jadi pembahasan yang serius oleh seluruh kalangan untuk bisa sama-sama mengawasi terutama pada persoalan politik uang, politik transaksional, politik sara dan intervensi pihak-pihak lain di luar kepentingan rakyat.

3. Memantrai Bawaslu sebagai sempel perangkat demokrasi di Indonesia untuk kuat mempertahankan stabilitas negara saat di lakukannya pilkada serentak di beberapa daerah.

4. Mengekspresikan keresahan dan kegelisahan rakyat terhadap proses demokrasi yang penuh dengan tipudaya dan ilusi demokrasi liberal yang tidak terfokus pada kesejahteraan rakyat dan hanya menjadikan rakyat sebagai obek politik saja.

5. Mengecam keras dengan metode seni dan sastra kepada para pemilik modal, korporasi, komprador, elit pengusaha yang menjadikan momen Pilkada, Pileg, Pilpres dan proses demokrasi lainnya, sebagai alat melanggengkan kepentingan perusahaannya. Bukan untuk kepentingan rakyat.

6. Sebagai ajakan kepada seluruh elemen masyarakat dan negara untuk mawas diri terhadap rongrongan para pengkhianat negara di momen-momen politik. Jangan sampai tahun-tahun politik ini negara kita terpecah belas dan jangan sampai di tahun-tahun politik ini kita menjual kepercayaan rakyat kepada kaum pemilik modal.

7. Menyatakan dengan tegas bahwa mahasiswa senantiasa siap mengawal demokrasi indonesia, untuk terciptanya kedaulatan rakyat, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Sebelumnya, BEM Unila mulai menyebarkan surat edaran terbuka tolak politik uang kepada kepala desa/kampung/tiyuh/peratin/dll yang ada di Lampung.

Presiden BEM Unila Fauzul Azim mengatakan aksi ini merupakan lanjutan dari aksi tolak politik uang. Sebelumnya, BEM mencanangkan aksi 20 ribu mahasiswa antipolitik uang.

BEM Unila memelopori tiga gerakan untuk mengawal Pilgub Lampung 2018 hingga Pemilu 2019.

Ketiga gerakan tersebut, kata presiden BEM Unila itu adalah (1) Gerakan 20.000 Mahasiswa Antimoney Politik Pilgub Lampung 2018, (2) Segel Bawaslu, dan (4) Gerakan Tiga Mata.

"Gerakan 20.000 Mahasiswa Antimoney Politik" merupakan salah satu gerakan yang diinisiasi oleh mahasiswa se-Provinsi Lampung untuk senantiasa mengawal politik uang sampai tanggal 27 Juni nanti,” ujar Fauzul Seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOLLampung.

Segel Bawaslu adalah aksi peringatan kepada bawaslu untuk konsisten menjaga nilai-nilai demokrasi dan melawan segala tindakan yang menodai proses penyelenggaraan pilkada seperti money politik.

Sedangkan "Gerakan Tiga Mata" adalah gerakan konkrit mahasiswa menjaga dengan tiga mata: dua mata memperhatikan, satu mata kamera mendokumentasikan,” ujarnya. [bon]

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Oded Buka Road Show Senam 2018

Oded Buka Road Show Senam 2018

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 09:21:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 09:50:00