Purwakarta Kembangkan Konsep Wisata Halal

Webtorial  JUM'AT, 13 JULI 2018 , 09:53:00 WIB | LAPORAN:

Purwakarta Kembangkan Konsep Wisata Halal
"Upaya perjalanan atau rekreasi untuk mencari kebahagiaan yang tidak bertentangan dan tidak menyalahi prinsip ajaran Islam yang sejak awal diniatkan untuk mengagumi kebesaran cipataan Allah SWT. Perjalanannya sebagai sebuah perjalanan syiar, bertasbih mengagumi keindahan alam sekitar dan memberi manfaat bagi kehidupan umat manusia dan lingkungan sekitar."
Penggalan kalimat dari Buku Wisata Syariah yang ditulis Hery Sucipto dan Fitria Andayani itu, menjadi salah satu acuan Pemkab Purwakarta dalam konsep pengembangan wisata halal di sejumlah destinasi wisata yang terdapat di wilayah tersebut.

Kini, daerah yang terkenal dengan kuliner khas Sate Marangginya itu menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Jawa Barat.

"Salah satu yang akan dibenahi dari sektor pariwisata itu mengenai fasilitas ibadah," ujar Kabid Pariwisata Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar kepada awak media, Jumat (13/7).

Heri tidak menampik fasilitas ibadah di sejumlah tempat wisata banyak dikeluhkan oleh wisatawan. Sarana ibadah di sejumlah objek wisata dinilai masih minim.

"Kalau makanan dan minuman, karena di kita mayoritas muslim, jadi dijamin kehalalannya," ujar Heri.

Ke depan fasilitas ibadah akan dilengkapi di sejumlah objek wisata. Hal itu terutama, objek wisata yang banyak dikunjungi turis mancanegara. Salah satunya, wisatawan dari Arab Saudi.

Tak hanya di objek wisata, pihaknya juga mendorong supaya hotel berbintang maupun kelas melati menyediakan fasilitas ibadah, minimal ada mushala. Tak hanya itu, di mushala tersebut juga harus tersedia sajadah, mukena, kain sarung, sampai Alquran.

"Dengan fasilitas ini, kami berharap bisa memberikan pelayanan yang maksimal terhadap para wisatawan baik domestik maupun asing," kata dia.

Pada bulan ini pihaknya menggulirkan kebijakan wisata halal. Kebijakan tersebut akan disosialisasikan kepada seluruh pengelola objek wisata maupun hotel, dan restauran.

Dengan cara seperti itu, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan ke Purwakarta terus mengalami peningkatan. Adapun jumlah kunjungan wisatawan selama 2017 lalu, mencapai 2 juta wisatawan.

Sementara itu, Nopiah (28 tahun) wisatawan asal Kabupaten Garut, mendukung upaya Pemkab Purwakarta tersebut.

Apalagi, setiap akhir pekan wilayah itu kebanjiran pengunjung, karena ingin melihat air mancur menari di Taman Sri Baduga Situ Buleud.

"Kalau kita ingin nonton air mancur, bisa shalat maghrib atau isya dulu di Masjid Agung. Karena jalannya lumayan dekat. Tapi, kalau ada mushala di areal Situ Buleud itu lebih bagus lagi," tandasnya. Adv/RMOLJabar



Komentar Pembaca