Human Trafficking Tiongkok Libatkan Mafia

Hukum  KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 , 20:02:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Human Trafficking Tiongkok Libatkan Mafia
RMOLJabar. Belasan perempuan korban trafficking di Tiongkok diduga dibeli melalui perantara mafia. Bahkan korban yang Enam diantaranya warga Purwakarta dihargai dengan harga yang sangat fantastis, mencapai Rp400 juta perorang.

Sehingga Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi yang akan mengakomodasi kepulangan mereka pun mengalami kesulitan. Dia pun berencana untuk mencari pengacara khusus yang faham tata cara hukum di Tiongkok.

"Paling menyulitkan adalah para korban ini seluruhnya telah dinikahkan dengan para pembeli. Akibatnya proses hukum pun menjadi gamang. Hal ini karena secara hukum yang berlaku mereka adalah istri sah dari para pembeli," kata Dedi Mulyadi di kediamannya. Tepatnya  di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, kamis (2/8).

Mulanya, lanjut Dedi, para korban trafficking yang berjumlah 12 orang ini dijanjikan hanya kawin kontrak. Tetapi justru saat di sana dijadikan istri yang harus melayani suaminya. Bahkan tidak jarang mendapat perlakuan yang berujung kekerasan.

‎"Iming-iming dari pemberangkatan inilah yang diduga kuat menjadi pemicu keberangkatan mereka. Iming-imingnya tidak main-main yaitu sebuah apartemen, mobil dan uang senilai puluhan juta rupiah," katanya.

Padahal, kata Dedi, pihak KBRI Tionghoa juga sudah dilibatkan. Bahkan mereka dari pihak KBRI sudah melibatkan pihak kepolisian setempat. Pihak kepolisian ini dilibatkan langsung untuk negosiasi dengan para pembeli para korban.

"Masalahnya pihak kepolisian di sana pun menyatakan tak ada hukum yang dilanggar. Sehingga itu tadi, perlu kami siapkan pengacara yang paham hukum di sana. Apalagi para korban sudah seringkali hubungi pihak keluarga untuk pulang," katanya.

Hal ini menurut Dedi sebenarnya bisa dihindari, dengan pendidikan berkarakter. "Jadi kalau menikah itu bukan nikah kontrak, lalu bisa mendapatkan apartemen dan mobil.‎ Seharusnya sehabis menikah itu ngontrak, menjalani proses dari awal. Misal punya sepeda, lalu motor lalu mobil lalu punya rumah sendiri," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, 12 korban trafficking ke Tiongkok Enam di antaranya berasal dari Purwakarta. Korban-korban tersebut adalah Y (28), DF (26), VN (20) dan CEP (23), MRD (16) dan C (30).

Ayah dari MRD, Nurhidayat Jaya (53) ditemui di kediamannya bercerita mengenai kasus yang kini mendera keluarganya. Didampingi istrinya Lismawati (49), Nurhidayat meminta kepada pihak berwenang untuk bisa memulangkan anaknya.

"Perasaan saya hancur setelah mengetahui kejadian sebenarnya. Ya, harapan saya besar, putri saya bisa cepat pulang saja, karena katanya disana di sekap di apartemen," kata Lisnawati di kediamannya di Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, pada Jumat (27/7).

Meski masih bisa tetap berkomunikasi dengan anak bungsunya, Lismawati tetap menginginkan anaknya berada di dekatnya. Sang ibu menyebutkan hampir setiap hari anaknya menghubungi melalui pesan singkat ke kakaknya. "Kemarin malam kirim pesan, nanya kabar ayah dan ibu, terus bilang ingin cepat pulang," ujar di

Pihak keluarga pun tidak mengetahui anak gadisnya diberangkatkan ke Tiongkok. Namun, kata dia, MRD diberangkatkan oleh pelaku trafficking ke Tiongkok pada Mei 2018. Perempuan yang masih dibawah umur itu diketahui turut diperjualbelikan ke warga Tiongkok. "‎Jadi kakaknya dapet telepon dari Cina, katanya dia (MRD) nangis dan minta pulang disana," kata Nurhidayat.‎ [aga]

Komentar Pembaca
Jokowi Abaikan Rekomendasi Copot Menteri Rini

Jokowi Abaikan Rekomendasi Copot Menteri Rini

KAMIS, 17 JANUARI 2019 , 13:00:00

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

RABU, 16 JANUARI 2019 , 17:00:00

#KataRakyat: Debat Pilpres Gak Bakal Menarik!

#KataRakyat: Debat Pilpres Gak Bakal Menarik!

RABU, 16 JANUARI 2019 , 15:00:00

Oded Buka Road Show Senam 2018

Oded Buka Road Show Senam 2018

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 09:21:00

Oded Resmikan Puskesos, Jalanan Harus Bebas Dari PMKS
Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 09:50:00