GMKI: Kampanye #2019GantiPresiden Sudah Ditunggangi Elit Politik

Politik  JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 22:13:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

GMKI: Kampanye #2019GantiPresiden Sudah Ditunggangi Elit Politik
RMOLJabar. Sejak pekan awal April 2018, muncul tagar atau tagline yang sedang trending di jagad media sosial yakni #2019GantiPresiden yang menjadi topik hangat bagi masyarakat.

Menanggapi fenomena tersebut, Koordinator Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Wilayah III yang meliuti DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, Theo Cosner mengatakan, gerakan ini tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

"Saat ini kita belum masuk tahapan kampanye Pemilu. Namun Gerakan #2019GantiPresiden sudah gencar dilakukan di beberapa daerah serta media sosial. Sayangnya, gerakan ini tidak menawarkan program yang positif untuk masyarakat, malahan justru memprovokasi dan membuat segregasi di tengah masyarakat," ucapnya, Jumat (3/8).

Gerakan ganti Presiden, lanjut Theo, terlihat sebagai permainan elit politik dan bukan atas kemauan dan inisiatif dari rakyat.

"Perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar, namun jangan kemudian melakukan provokasi untuk mencari simpati rakyat," tuturnya.

Gerakan ini berawal di Jakarta, kemudian muncul kembali dalam Pilkada Jawa Barat, dan dalam waktu dekat akan dilaksanakan deklarasi di Banten.

"Deklarasi ini sangat meresahkan masyarakat. Penolakan masyarakat di beberapa daerah, terbaru di Batam, adalah gambaran bahwa gerakan ini bukan berasal dari rakyat," katanya.

Theo meminta para elit politik agar melakukan politik yang etis, cerdas, damai, dan menjunjung tinggi persatuan dan kebhinekaan. Gerakan politik yang dilakukan seharusnya mengedukasi masyarakat agar bisa memilih pemimpin yang punya track record baik dan lebih menonjolkan program-program apa yang ditawarkan.

"Kami dari generasi muda dan mahasiswa sangat menantikan para elit politik menawarkan gagasan yang berguna untuk kemajuan bangsa dan negara. Tapi jangan pernah gunakan kampanye kebencian dan isu SARA untuk mengambil simpati rakyat. Para elit politik seharusnya tidak mengedapankan kepentingan politik untuk meraih kekuasaan sehingga mengabaikan persatuan bangsa ini," tegasnya.

Theo juga menghimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan kampanye kebencian dari para elit politik.

"Kami mengajak masyarakat di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat untuk tetap bekerja seperti biasa. Tidak perlu saling mencurigai satu sama lain karena kita semua adalah sesama rakyat Indonesia. Kita tunjukkan, rakyat Indonesia tidak bisa dipecah-belah hanya karena perbedaan pandangan politik," pungkasnya. [aga]

Komentar Pembaca
Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

SELASA, 16 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

SELASA, 16 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Pidato Game Of Thrones Isyarat Main Dua Kaki

Pidato Game Of Thrones Isyarat Main Dua Kaki

SENIN, 15 OKTOBER 2018 , 21:00:00