Soal Demo Tuntutan Driver, Begini Penjelasan Pihak Grab

Peristiwa  SENIN, 06 AGUSTUS 2018 , 23:54:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Soal Demo Tuntutan Driver, Begini Penjelasan Pihak Grab
RMOLJabar. Sejumlah tuntutan yang disampaikan puluhan driver Grab dalam aksi demo siang tadi di Cirebon, diklarifikasi pihak perusahaan Grab. Pihak Grab menyampaikan sejumlah alasan terkait kebijakan penurunan insentif.

Partnership Executive Grab Jawa Barat Mawaddi Lubby kepada RMOL Jabar menyampaikan beberapa alasan kenapa perusahaan memberlakukan penurunan insentif.

Ia menjelaskan, ada 2 alasan mendasar yang melatarbelakangi perusahaan Grab menurunkan insentif. Pertama dalam rangka penyesuaian pasar sehingga pelayanan jasa transportasi dapat terus dimanfaaatkan konsumen. Serta para mitra Grab pun tetap dapat memberikan pelayanan. Tujuan utamanya ialah ingin menciptakan iklim bisnis yang sehat antar aplikasi.

"Untuk yang pertama (penurunan insentif), untuk yang skema insentif itu kita sejauh ini menyesuaikan dengan keadaan pasar dan persaingan. Jadi intinya adalah kita menurunkan insentif ini karena tetangga sebelah (penyedia aplikasi daring lain) juga ikut menyesuaikan. Tentu kita juga harus mengutamakan persaingan yang sehat antar aplikasi," ungkap Mawaddi Lubby melalui sambungan telepon, Senin (6/8).

Soal penyesuaian ini, kata Mawaddi, bilamana ke depan Grab sudah tidak lagi memberlakukan system insentif, maka mitra Grab pun sudah mengetahui di awal. Sebab, jelas Ia, insentif itu hanya wujud kepedulian (apresiasi) perusahaan terhadap performa mitra. Dan insentif sewaktu-waktu bisa saja dihilangkan.

"Yang namanya insentif juga pasti kita tidak mungkin selamanya, suatu saat nanti bisa jadi insentif ini benar-benar dihilangkan dan kita bergantung pada tarif (semata). Karena kan insentif ini kan bentuk apresiasi kita terhadap performa driver," terangnya.

Kemudian, lanjut Mawaddi, alasan kedua diturunkannya insentif, lantaran ditenggarai adanya pelanggaran yang dilakukan oknum mitra terhadap aturan yang sudah disepakati antara Grab selaku penyedia aplikasi dengan driver selaku mitra.

"Kedua, kita menyadari bahwa insentif ini menjadi pemicu terbesar adanya pelanggaran oleh oknum driver. Jadi mitra-mitra kita di luar sana ada yang melakukan tindak kecurangan, hanya mengincar insentif-insentif kita (saja)," ujarnya.

Untuk alasan yang kedua ini, Grab mengambil langkah pemberlakuan penurunan insentif terhadap mitra. Kalau tidak, kata Ia, kasihan bagi mitra Grab yang selama ini jujur. Jika insentif itu disamakan bagi semua mitra, maka tidak adil bagi mereka mitra Grab (driver) yang menjalankan tugasnya secara jujur.

"Bahwa kita mengutamakan mitra-mitra yang benar-benar jujur dan jalan bersama Grab," terangnya.

Mawaddi juga mengakui adanya pembekuan akun milik mitra (driver) atau disebut dengan 'Suspent'. Akun mitra akan di suspent apabila diindikasikan melakukan pelanggaran-pelanggaran.

Namun, kata Ia, untuk memberlakukan system Suspent akun, perusahaan menempuh tahapan-tahapan terlebih dahulu seperti memberikan peringatan melalui SMS dan sebagainya.

"Melalui SMS kita sudah sering mengingatkan. Tapi banyak mitra yang no teleponnya itu tidak sesuai dengan yang terdaftar di aplikasi. Sehingga notifikasi kita tidak sampai ke yang bersangkutan. Sehingga ini indikasi melakukan pelanggaran," paparnya.

Tak hanya itu, menurut Mawaddi, indikasi pelanggaran itu pun bisa diketahui berdasarkan laporan penumpang. Terlebih jika indikasi pelanggaran itu sifatnya lebih berat, maka kita terapkan sanksi berupa pemutusan hubungan kemitraan (suspent).

"Sebenarnya kita sudah cukup sangat fair menyampaikan bahwa kita senantiasa mengingatkan mitra," tegasnya.

Kembali Mawaddi mengingatkan, penurunan insentif dan ketentuan suspent merupakan bentuk komitmen pihak perusahaan terhadap mitra serta ungkapan apresiasi terhadap mitra yang selama ini menjalankan kemitraan secara jujur.

"Jangan sampai kita tidak adil terhadap mitra yang jujur dengan mitra yang melakukan kecurangan," tambahnya.

Saat dikonfirmasi bentuk kecurangan dan pelanggaran, Mawaddi mencontohkan, pihak driver mengantarkan penumpang pasif. Artinya, driver hanya bermodalkan aplikasi Fake GPS, tanpa transaksi dan tidak melakukan pelayanan jasa transportasi yang sesungguhnya. Mawaddi menerangkan, pola-pola pelanggaran dan kecurangan seperti itu sangat mudah diketahui oleh perusahaan Grab.

"Misal dia membuat akun penumpang sendiri, dia pesan sendiri dari Hp miliknya ke Hp yang satunya, kemudian dia antarkan dengan menggunakan sistem Fake GPS atau mengantarkan dengan mobil yang bukan sebenarnya. Atau dia menggunakan Fake GPS, menyelesaikan perjalanan hanya menggunakan aplikasi tanpa mengantarkan benar-benar," bebernya.

Di luar itu, Mawaddi menyebutkan, Ia turut hadir dalam pertemuan mediasi siang tadi. Ada 7 perwakilan datang ke kantor Grab Cirebon. Mereka menyampaikan 3 tuntutan, diantaranya soal penurunan insentif, penutupan pendaftaran mitra di Cirebon dan terakhir mengenai pembekuan akunt mitra (suspent).

"Ketiga pertanyaan itu sudah saya jawab," kata Mawaddi.[ald]

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Oded Buka Road Show Senam 2018

Oded Buka Road Show Senam 2018

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 09:21:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 09:50:00