Edukasi Mitigasi Bencana Kota Bandung Harus Ditingkatkan

Ragam  JUM'AT, 10 AGUSTUS 2018 , 15:36:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Edukasi Mitigasi Bencana Kota Bandung Harus Ditingkatkan
RMOLJabar. Belajar dari kejadian gempa bumi Lombok yang menimbulkan banyak kerusakan dan korban jiwa, edukasi mitigasi bencana di Bandung harus semakin ditingkatkan.

Dosen Geologi Insitut Teknologi Bandung (ITB), Ir Benjamin Sapiie Phd menilai, mitigasi bencana di Bandung masih rendah, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui mitigasi bencana, terutama mitigasi gempa bumi.

Potensi gempa besar masih mengintai Bandung karena Sesar Lembang yang melintang sepanjang 29 kilometer, dari ujung barat di Kecamatan Ngamprah (Bandung Barat) hingga sisi timur di Kecamatan Cilengkrang (Kabupaten Bandung) disebut-sebut dalam keadaan aktif.

"Jadi (dampak yang besar akibat) kejadian gempa di Lombok lainnya itu karena kita tidak punya sistem. Apa yang harus dilakukan? Hingga saat ini kita harus punya (sistem yang baik). Bandung harus buat kewaspadaan akan gempa," ucap Benjamin saat dihubungi RMOLJabar, Jum'at, (10/8/18)

Meskipun gempa bumi belum dapat diprediksikan kapan terjadinya, potensinya masih bisa dikalkulasikan dan dipetakan, oleh sebab itu mitigasi harus disusun berdasarkan potensi yang sudah dipetakan.

"Mitigasinya harus diidentifikasi mana daerah yang paling padat bangunan, mana rumah yang tidak memenuhi standar keamanan gempa, lalu kalau terjadi gempa di daerah yang efek atau dampak nya kan masih itu, bagaimana penanganannya. Jadi harus mendata ulang seluruh bangunan menghadapi potensi gempa," ungkap Benjamin.

Benjamin menyebutkan, ada hotel yang dibangun persis di atas jalur Sesar Lembang. Meskipun bangunan itu sudah berizin dan diperhitungkan saat pembuatannya, setidaknya si pemilik hotel harus mengedukasi terkait mitigasi gempa bumi kepada pengunjung atau pelanggannya.

"Dan edukasi kepada masyarakat, khususnya misalkan masyarakat yang tinggal di sekitar 50 meter dari sesar Lembang, bagaimana yang harus dilakukan kalau terjadi gempa," tuturnya.

Dia pun mengakui, bukan hal yang mudah menindahkan masyarakat yang sudah mendirikan bangunan di sekitar Sesar Lembang. Kendati demikian, tak ada salahnya diupayakan agar tak ada lagi bangunan baru yang didirikan di atas sesar yang berpotensi menimbulkan gempa 6-7 SR itu.

"Nah sekarang Sesar Lembang, gimana caranya jangan sampai dibangun segala macam lagi, karena setiap sesar itu daerahnya menarik secara pemandangan, lebih bagus," ujar Benjamin kepada RMOLJabar.

Selanjutnya, Benjamin menambahkan Kota Bandung harus mencontoh daerah yang mitigasi bencananya sudah cukup baik, misalnya di Padang.

"Sudah kita usahakan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, jadi memang harus ada edukasi yang masif. Yang saya tahu di Padang sudah cukup bagus mitigasinya, karena mereka sudah banyak berlatih, karena kawasan tersebut juga berbahaya dan Bandung harus mencontoh ke Padang," pungkasnya. [nie]



Komentar Pembaca
Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
BENANG MERAH (EPS.151): Tak Ada Paslon Yang Tak Retak